Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Wiranto: Semua Pemimpin Indonesia Gagal Wujudkan Cita-Cita Bangsa
Minggu, 30 Mei 2004 | 19:39 WIB

TEMPO Interaktif, Bandar Lampung: Calon presiden dari Partai Golkar, Wiranto, menilai, semua pemimpin di Indonesia terdahulu telah gagal mencapai cita-cita bangsa. Itu artinya, para pemimpin tersebut telah menafikan mandat rakyat, yang menjadi dasar dibentuknya negara Indonesia. Mandat itu diantaranya yang terpenting adalah meningkatkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. "Seharusnya, siapa pun yang memimpin negara ini, harus melaksanakan mandat tersebut," kata Wiranto saat menutup rapat kerja nasional perguruan Mathaul Anwar se-Indonesia di Bandar Lampung, Minggu (30/5) sore.

Mantan Pangab dan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan itu juga menilai, sejak tahun 1998, ketika Orde Baru runtuh, pemimpin yang ada juga gagal mewujudkan mandat rakyat. "Kita malah terjebak dalam situasi yang saling menyalahkan dan saling menfitnah," ujarnya.

Wiranto menuturkan, dalam agama Islam disebutkan, ketika melihat kerusakan setiap manusia harus berupaya untuk memperbaikinya. Bila tidak mampu dengan perbuatan, dapat dilakukan dengan kata-kata atau dengan doa. "Jadi peran serta untuk memperbaiki kerusakan itu adalah kewajiban. Itu lah yang menjadi alasan saya ingin berkompetisi menjadi presiden. Bukan karena ambisi pribadi," katanya yang disambut pekik riuh seribuan peserta rakernas dan keluarga besar Mathaul Anwar Lampung.

Wiranto mengatakan, seorang pemimpin yang baik adalah yang dapat memberikan keinginan rakyat, tanpa rakyat harus memintanya. Dikatakannya, ada lima agenda yang dilakukan untuk menyelamatkan bangsa. Yaitu peningkatan kesejahteraan, menarik kembali investasi dari luar negeri, menegakkan hukum, menyempurnakan sistem pendidikan, dan rekonsiliasi nasional.

Bila kelak terpilih menjadi presiden, Wiranto berjanji akan mengganjar koruptor bukan dengan hanya dengan hukuman seumur hidup, tapi dengan hukum mati. "Koruptor memang harus dihukum berat. Bagaimana pun seorang pemimpin bangsa, harus memberikan teladan yang baik pada rakyatnya," katanya.

Sedangkan langkah rekonsiliasi harus dilakukan, untuk menyelesaikan kasus-kasus lama yang pernah terjadi, utamanya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). "Kita tidak bisa terus menerus berkutat dengan masa lalu, tetapi harus lebih terfokus pada masa depan," tegasnya.

Dalam rakernas yang digelar selama tiga hari, Mathaul Anwar se-Indonesia sepakat untuk mendukung pasangan Wiranto-Solahuddin Wahid sebagai presiden dan wakil presiden. "Dukungan ini bukan hanya dibuat oleh 500 pengurus Mathaul Anwar yang mengikuti rakernas, tapi juga 34 juta keluarga besar kami di seluruh Indonesia," kata M. Irsyad Djuwaeli, Ketua Umum Mathaul Anwar.

Fadilasari - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga NU Bebas Pilih Calon Presiden dari NU
Kafe Wiranto Dibuka di Muara Angke
Solahuddin Wahid Minta Restu Kyai Sepuh Jember
Wiranto dan Gus Dur Hadiri Tabligh Akbar
Hasyim: Sikap Golput Gus Dur Pasti Ada Pengaruhnya
Akbar: Instruksi Gunawan Akan Mengundang Reaksi Keras
Wiranto Dijadwalkan Bertemu Pengusaha di Batam
Pendukung Amien Rais Deklarasikan FORMASI
Wiranto Bertemu Xanana di Bali
Baru SBY dan Amin Rais Daftar di KPU Lhokseumawe
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden
Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
Apa Kata Wiranto
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU RI nomor 31 Tahun 2002 Tentang Partai Politik
> selengkapnya...

Website

Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Partai Demokrat
Info Pemilu
Anti-Politisi Busuk
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [12]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk15 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data