|
Nasional
Tim Sukses Mega-Hasyim Sukses Melobi Kubu Lirboyo
Jum'at, 28 Mei 2004 | 23:11 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri: Akhirnya, Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur beserta seluruh jaringan alumninya yang tersebar di seluruh Nusantara memberi dukungan kepada pasangan capres-cawapres, Megawati Sukarnoputri dan KH Hasyim Muzadi. Sikap itu muncul setelah tim sukses Mega-Hasyim, Prof. DR. KH Sa'id Aqiel Siradj MA dan KH Mutawakkil Alallah (pengasuh Ponpes Genggong, Probolinggo) melakukan "halaqoh" (pertemuan diskusi) dengan para pengasuh Lirboyo yang dihadiri sejumlah ulama sepuh dan pimpinan Ponpes se-Kabupaten/Kota Kediri, Jum'at (28/5) di kediaman KH Kafabihi Machrus, salah seorang pengasuh Ponpes Lirboyo.
Para ulama yang hadir diantaranya, KH Masduqi Mahfudz (Rois Syuriah PWNU Jatim), KH Idris Marzuki, KH Ali Masyhuri (Ponpes Tulangan, Sidoarjo), KH Zainuddin Zadjuli (Ponpes Al Falah Ploso, Kediri), KH Imam Yahya Macrus, KH Anwar Mansyur, KH An'im Machrus. "Lirboyo mendukung KH Hasyim Muzadi, bukan yang lain," kata KH Idris Marzuki kepada TNR.
Usai pertemuan, Said menyatakan, maksud dan tujuan kedatangannya bersama KH Mutawakkil Alallah adalah memberi penjelasan kepada kaum nahdliyin dan para kiai tentang langkah KH Hasyim Muzadi yang memasuki politik praktis dengan menjadi cawapres. "Kami datang ke Lirboyo karena pondok ini merupakan pondok pesantren yang sangat besar dan memiliki pengaruh luas di seluruh nusantara dan dunia. Puluhan ribu alumni Lirboyo tersebar di mana-mana dan sudah mendirikan ribuan pondok pesantren di berbagai penjuru. Kekuatan Lirboyo ini jelas sangat penting bagi suksesnya Mega-Hasyim," kata Said Aqiel Siradj kepada TNR usai halaqoh.
Alasan kuat mendukung Hasyim karena diharapkan dengan adanya wakil dari kaum nahdliyin di pucuk pimpinan negara akan memberikan dampak positif bagi pembangunan agama. Manuver ini juga ditujukan kepada terjadinya perkawinan antara kaum santri dan golongan abangan. "Tujuan utama mendukung Hasyim jelas-jelas untuk meluaskan dakwah, agar para pendukung Mega yang mayoritas golongan abangan akhirnya mau menunaikan sholat dan mengikuti ajaran agama secara benar. Selain itu kami percaya, dengan mendukung Mega-Hasyim, akan ada pembangunan di bidang keagamaan serta meningkatnya pembangunan di bidang lain untuk seluruh bangsa," kata Said Aqiel Siradj.
Tapi Said membantah, jika gerilyanya ke Lirboyo ini dikatakan sebagai kampanye. Menurut Said, langkahnya menemui para ulama di Lirboyo merupakan sosialisasi. Di wilayah pulau Jawa sosialisasi dikonsentrasikan di 81 titik kekuatan. Saat ini di Jawa Barat sudah terjamah lima titik kekuatan, sementara di Jawa Timur 15 titik sudah digandeng oleh Said Aqiel dan Mutawakkil untuk mendukung Mega-Hasyim. "Alhamdulilah, semua titik yang kami datangi mendukung dan memberi isyarat positif. Tidak ada protes atau gugatan. Saya tidak menyangka, respon Lirboyo sangat bersahabat dan mendukung langkah kami," kata Said.
Sementara itu, KH Mutawakkil menyatakan, dari 15 titik kekuatan di Jawa Timur yang sudah didatangi, semuanya sepakat memberikan dukungan kepada Mega-Hasyim. Sejumlah daerah di Jawa Timur yang sudah menyatakan dukungannya itu, diantaranya Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Tuban, Lamongan, Malang dan Kediri.
Terkait dengan sikap Gus Dur, menurut Said tidak ada masalah. Karena Gus Dur dinilai sebagai sosok yang sangat demokrat, sehingga tidak perlu meminta restu Gus Dur dalam mendukung Mega-Hasyim. "Saya ini bertetangga dengan Gus Dur di Jakarta dan sangat mengenalnya. Beliau tidak akan marah dan juga tidak akan berkomentar tentang adanya upaya mendukung Mega-Hasyim. Pada prinsipnya, Gus Dur juga tidak harus tahu soal sosialisasi seperti ini. Saya yakin Gus Dur sangat bijaksana melihat semua fenomena," kata Said.
Dwidjo U. Maksum - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|