|
Nasional
Enam Partai Politik Dukung Pencalonan Amien-Siswono
Jum'at, 28 Mei 2004 | 18:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Enam partai mendeklarasikan dukungannya atas pencalonan Amien Rais dan Siswono Yudohusodo sebagai capres dan cawapres, di Semanggi Expo Jakarta, Jumat (28/5) sore. Partai itu adalah Partai Bintang Reformasi, Partai Syarikat Indonesia, PNI Marhaenisme, Partai Butuh Sosial Demokrat, PNBK, dan Partai Penegak Demokrasi Indonesia. Deklarasi itu dilakukan oleh ketua umumnya, kecuali PNI Marhaenisme karena Sukmawati Soekarnoputri sakit. Amien dan Diswono hadir dalam deklarasi itu.
Erros Djarot dari PNBK mengatakan, tiga alasan partainya mendukung pasangan ini. "Ternyata dari lima yang terbaik, Amien dan Siswono adalah yang paling terbaik." Itu alasan pertama. Kedua, kelompok banteng sudah menyakini Amien tidak akan mengembangkan isu federalisme. Amien, menurut dia, lebih nasionalis dari yang mengaku nasionalis. Alasan terakhir, pasangan ini terbukti cerdas, jujur dan berani.
Alasan lain yang dikatakan Erros sebagai bonus adalah, "Ketemu Pak Amien itu tidak kayak pejabat, yang lain seram-seram." Sedangkan Siswono dinilainya sebagai figur pemimpin yang dianggap bisa meningkatan kesejahterahan masyarakat kelas bawah.
Ketua PBR Zainudin MZ menyatakan, negeri yang banyak masalah ini memerlukan pemimpin yang tidak memiliki masalah. Ia mengatakan, masyarakat membutuhkan pemerintah yang kuat tapi tidak harus militeristik. Pengertian kuat ini, katanya, mendapatkan legitimasi penuh dari rakyat.
Dalam kesempatan itu, Siswono hanya mengungkapkan terimakasihnya atas dukungan itu. Sedangkan Amien menguraikan makna lima sila Pancasila. Menurut Amien, sila pertama mengharapkan masyarakat berpegang pada moral etika dengan meletakan agama sebagai pegangan. Masyarakat membutuhkan pemerintahan yang berkemanusiaan adil dan beradab.
Terkait kesatuan Indonesia, Amien menegaskan, provinsi Timor-Timur merupakan daerah pertama dan terakhir yang lepas dari Indonesia. Ia menyebutkan, sebagaimana pasal 37 UUD 1945 sudah menjelaskan bahwa pasal 1 tentang NKRI tidak dapat diamandemen lagi. "Insya Allah NKRI ini save, secure, dan tidak diotak atik lagi," katanya. Pemaknaan sila keempat kata Amien, kelompok mayoritas tidak lagi menindas kelompok minoritas. Sedangkan sila terakhir bermakna pewujudan Indonesia baru yang berkeadilan sosial.
Istiqomatul Hayati - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|