|
Nasional
Jusuf Kalla Optimis Raih Simpati Warga NU
Jum'at, 28 Mei 2004 | 14:21 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya: Calon wakil presiden Jusuf Kalla optimis bisa meraih suara dari massa NU di Jawa Timur, meski para pengurus wilayah NU Jatim lebih condong melimpahkan suaranya kepada pasangan Mega-Hasyim Muzadi. "Saya mungkin bukan orang terbaik dalam mengurus NU, tapi saya bisa dalam memimpin negara. Yang paling baik untuk dipilih kan yang berpengalaman memimpin negara. Dalam Hukum Islam kan dijelaskan, pilihlah pemimpin menurut ahlinya," kata Kalla seusai melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Cheng Hoo Surabaya, Jumat (28/5).
Kalla menyatakan, ia tak gentar meski suara NU saat ini terpecah dan sebagian terbagi dalam kekuatan besar antara Wiranto-Gus Solah dan Mega-Hasyim. Ia juga tak khawatir atas "instruksi" sejumlah pengurus NU atau kiai yang memberikan petunjuk kepada warga nahdliyin untuk memilih pasangan capres-cawapres tertentu. "Mereka akan tergantung keyakinannya sendiri. Pilihannya nanti akan condong kepada orang yang bisa memperbaiki negara ini atau tidak," paparnya.
Bagi Kalla, langkah-langkah penggalangan kekuatan yang dilakukan oleh para pengurus struktural NU itu sah dan wajar-wajar saja. Sebagai sesama warga NU, Kalla pun tak merasa sebagai anak-tiri NU. "Saya tadi bertemu 20-an kiai. Mereka memberi restu kepada saya," tandasnya.
Sebelum mampir dan solat Jumat di Masjid Cheng Hoo, pagi harinya Kalla mengadakan pertemuan dengan tim suksesnya di Hotel Sahid, Surabaya. Di situ hadir 16 kiai, antara lain KH Mahmud dari Pondok Pesantren Khusnul Khotimah, Surabaya, KH Elmi Haziban, dan KH Ro?uf dari Rungkut, Surabaya.
Di Masjid Cheng Hoo, Kalla datang pukul 11.15 WIB, dengan kawalan ketat dari 30-an pasukan pengawal cawapres dari Mabes Polri. Masjid Cheng-Hoo merupakan masjid milik Paguyuban Iman Tauhid Indonesia (PITI, dulu dikenal sebagai Paguyuban Islam Tionghoa Indonesia). Di ruang kerja pengurus PITI, Kalla diterima Ketua Yayasan, HM Cheng Hoo HMY Bambang Suyanto. Dalam pertemuan yang hanya bisa disaksikan wartawan dari balik kaca itu, Kalla sempat membaca buku-buku terbitan Yayasan HM Cheng Hoo seperti buku Sejarah "Prasasti Masjid Laksamana Cheng Hoo". Kalla yang mengenakan baju batik berwarna putih kombinasi cokelat tua juga sempat membolak-balik buku berjudul "Tuntunan Bagi Saudara Baru" dan mendapat beberapa surat-kabar harian berbahasa Mandarin terbitan Surabaya.
Seusai Sholat Jumat, Kalla didaulat untuk membimbing dua orang pria yang baru memeluk agama Islam. Dua pria itu yakni Huang Zhang Yi dari Tiongkok dan Lu Lun alias Poernomo Setiadi, 50 tahun, asal Surabaya.
Pukul 13.00 WIB, Kalla meninggalkan Masjid Cheng Hoo menuju Hotel Shangri-La, untuk mengadakan pertemuan dengan beberapa pengusaha Surabaya. "Pertemuan itu membicarakan prospek dan perkembangan ekonomi di Indonesia," kata Kalla sembari berjalan meninggalkan mobil. Di mobil yang ditumpanginya, Kalla terlihat duduk bersama pemilik Grup Jawa Pos, Dahlan Iskan.
Agus Raharjo - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|