Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Fadli Zon: Saatnya Menguliti Keburukan Semua Capres
Jum'at, 28 Mei 2004 | 13:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Fadli Zon, orang dekat Prabowo yang menulis buku "Politik Huru-Hara Mei 1998" mengajak kepada masyarakat untuk menguliti kebusukan semua calon presiden yang bakal bertarung di pemilihan presiden 5 Juli ini. Ini agar publik tahu siapa calon presiden yang akan dipilihnya.

Berbicara dalam bedah buku yang penuh kontroversi itu di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya, Jumat (28/5), ia mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak salah memilih presiden akibat tidak adanya upaya mengungkap fakta dan data buruk tentang calon presiden itu. Ujungnya, jika masyarakat salah memilih presiden padahal ia menang secara demokratis dalam pemilu, maka publik juga yang akan menanggung segala risikonya.

"Jangan sampai kita tersandera oleh presiden yang memiliki catatan buruk. Apakah kalau presiden adalah pelanggar HAM kemudian bangsa ini mendapat boikot ekonomi dunia, maka yang merasakan presiden itu? Tidak. Kita semua, 220 juta bangsa Indonesia yang bakal kena," tegasnya.

Selain itu, kata dia, masyarakat saat ini diberikan informasi dan data yang baik-baik saja tentang calon presiden. Karena itu, menjadi tugas dari siapa pun yang memiliki informasi kebusukan tentang capres untuk mengungkapkannya. "Kalau kampanya yang baik-baik, itu sih sudah dilakukan semua capres. Semua kecap nomor satu. Karena itu, masyarakat harus mengungkap keburukan capres. Tentu, harus tetap menggunakan data dan koridor hukum," katanya.

Ia mencontohkan, bagaimana publik Amerika Serikat terbiasa sekali untuk mendapatkan fakta dan informasi tentang siapa calon presidennya. Media massa di AS juga terbiasa membongkar sisi hitam dari calon presiden. Ia mencontohkan diungkapnya kebiasaan selingkuh Clinton dan masyarakat Amerika secara luas mengetahuinya. Karena itulah, Fadli Zon mengajak siapa pun untuk mengungkap keburukan Wiranto, SBY, Amien Rais, Megawati dan juga Hamzah Haz.

Meski begitu, Fadli Zon mengelak segala tudingan yang menyebutkan bahwa terbitnya buku "Politik Huru-Hara Mei 1998" sebagai bagian kampanye hitam terhadap Wiranto. Ia mengemas pernyataannya bahwa buku itu terbit untuk mengungkap fakta dan data sejarah.

Sementara itu, pembicra lain di acara ini, Mayjen (Purn) Kivlan Zen, yang juga orang dekat Prabowo mengatakan bahwa sebagai sesama pensiunan tentara yang berarti sebagai masyarakat sipil, ia memiliki posisi yang sama dengan Wiranto. Kivlan, yang menyebut Wiranto sebagai pengecut yang tidak mau bertanggungjawab atas kerusuhan Mei 1998, ingin mengungkapkan fakta itu kepada masyarakat agar tidak terus mendapatkan berita bohong dari Wiranto.

Meski begitu, senada dengan Fadli, ia menolak disebut sebagai orang yang sakit hati terhadap Wiranto sehingga melakukan pembunuhan karakter ketika Wiranto maju sebagai capres. Kivlan yang sempat tersinggung dengan omongan Gus Dur yang menyebut dalang kerusuhan Ambon adalah seorang berinisial Mayjen K, juga mengingatkan masyarakat agar tidak salah memilih presiden.

Menjawab tudingan peserta diskusi bahwa ia menjadi tim sukses capres rival Wiranto, Kivlan dengan tegas mengelakanya. "Saya bukan tim sukses capres siapa pun. Dan saya tidakmenjadi bagian dari tim sukses capres siapa pun," tegasnya.

Hanya saja, dalam kesempatan itu, Kivlan sempat menyebut bahwa SBY di matanya lebih bersifat satria. Ini dibuktikan dengan keberaniannya untuk mundur dari kabinet Megawati. Selain itu, SBY ia lihat juga lebih pintar dan memiliki visi.

Sunudyantoro - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Amien-Siswono Raup Rp 14 MIliar
11 Partai Politik Dukung Amien-Siswono
MK: PNBK Bisa Raih Satu Kursi DPRD Gianyar
Ketua PWNU: PKB Kok Tidak Nurut NU
Hamzah Akan Kampanye Selama 18 Hari
Senin Depan, Salahudin Wahid Dipanggil Panwaslu
Soal Travel Warning, Panglima TNI Jamin Keamanan
Polri Tambah Kekuatan Jelang Pemilihan Presiden
PKB Adukan KPU Ke Komnas HAM
Golkar dan PKB Bentuk Juru Kampanye Bersama
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden
Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
Apa Kata Wiranto
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU RI nomor 31 Tahun 2002 Tentang Partai Politik
> selengkapnya...

Website

Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Partai Demokrat
Info Pemilu
Anti-Politisi Busuk
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [7]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data