Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

270 TKW Mengalami Nasib Seperti Nirmala
Jum'at, 28 Mei 2004 | 13:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebanyak 270 tenaga kerja wanita Indonesia sekarang mendiami tempat penampungan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia. Keberadaan pekerja yang kebanyakan anak-anak di tempat itu lantaran mereka melarikan diri dari majikannya karena mendapat perlakuan yang tidak manusiawi. "270 anak-anak yang kasusnya sama seperti Nirmala," kata Ketua APJATI (Asosiasi Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia) Nusa Tenggara Timur Abraham Liyanto yang berada di Malaysia saat dihubungi Tempo News Room lewat sambungan telepon internasional, Jumat (28/5).

Menurut Abraham, dari sejumlah TKW itu ada yang mengalami perlakuan kasar seperti pemukulan, disiram air panas, serta tindak kekerasan fisik yang lain. Juga ada yang melarikan diri dari majikannya lantaran diancam pemerkosaan. "Ada juga yang gajinya tidak dibayar belasan bulan," kata Abraham. Namun, lanjut dia, dari semua itu kebanyakan karena tindak penyiksaan sebagaimana yang dialami Nirmala. "Ada juga yang sampai kakinya patah," kata jelasnya.

Abraham mengatakan jumlah 270 tadi merupakan data terakhir yang berada di KBRI saat ini. Dalam tiap harinya ada TKW yang masuk dalam penampungan. Pada Januari ada 65 orang yang masuk ke tempat tersebut. Februari sampai Mei 2004 berturut-turut 88, 91, 94, dan 54 orang. Dari jumlah itu ada yang sudah dipulangkan ke Indonesia. Para TKW tersebut, kata Abraham, ada yang masuk ke Malaysia secara legal, ada juga yang ilegal. Biasanya, yang illegal tersebut hanya lewat sponsor, bukan PJTKI. "Tapi banyak yang resmi," tegasnya.

Menurutnya, Menteri Tenaga Kerja Jacob Nuwa Wea sangat sedih dan prihatin dengan kondisi para TKW tersebut ketika menjenguk ke tempat penampungan. "Harus segera dikirim pulang ke Indonesia," kata Abraham menuturkan pernyataan Jacob. Untuk itu pemerintah akan menyiapkan dana sekitar Rp 750 ribu per orang untk biaya pemulangan. Namun, Abraham menambahkan, tidak semua TKW tersebut bisa dipulangkan karena di antara TKW tersebut ada yang kedapatan tidak mempunyai paspor.

Abraham juga menilai banyak agen lokal di negeri jiran tersebut yang mengurus para TKW tersebut lepas tangan ketika ada masalah yang menimpa pekerja. Yang juga tragis, diantara TKW tadi ada yang dijadikan pelacur. "Awalnya mereka ditawari bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Tapi ternyata ada yang diperjualbelikan dan dijadikan pelacur," tandas Abraham.

Sebagai Ketua APJATI, Abraham berharap pemerintah mau mengeluarkan informasi nama-nama perusahan jasa pemberangkatan tenaga kerja yang baik. Selain itu pengurusan pembernagkatan selayaknya dilakukan oleh daerah asal di mana orang tersebut berada. "Seperti pengurusan paspor, seharusnya dilakukan di tempat masing-masing. Bukan dari tempat embarkasi. Biar mereka (para calon TKI) tahu bagaimana proses pemberngkatan ke luar negeri," katanya. Selain itu juga akan memberi keleluasan terhadap berjalannya otonomi daerah.

Muchamad Nafi - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Direktur PT. Akbar Insan Prima Terancam Hukuman Penjara
Besok Jacob Temui Menteri SDM Malaysia
Presiden : Perketat Izin TKI
Ibu Kandung Nirmala Bonat Bertemu Presiden
ILO Luncurkan Laporan Global
Ibu Nirmala Tiba di Jakarta
Jenazah TKW Lombok Dimakamkan di Amman
Pemerintah Rancang MoU Sektor Infomal
Nirmala Menjalani Operasi Hidung
Deplu Berangkatkan Orang Tua Nirmala ke Malaysia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data