Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Seawacth Kendalikan Pencemaran Laut
Rabu, 26 Mei 2004 | 15:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:BPPT : Timbulnya kasus kematian ikan secara massal di teluk Jakarta beberapa waktu lalu telah membuat Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memberi saran untuk menerapkan Seawacth Indonesia.

"Ini adalah sebuah sistem peringatan dini untuk melihat kondisi perairan," kata Tusy A. Adibroto, Direktur Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan di Gedung BPPT Rabu (26/5).

Menurut Tusy sistem ini sangat diperlukan untuk
melakukan pemantauan secara berkesinambungan dan lebih nayata yang sangat dibutuhkan untuk pengendalian
pencemaran laut. "BPPT telah memiliki infrastruktur
pemantauan dan peringatan dini ini," tandasnya.

Dengan menggunakan alat ini bisa setiap jam sekali
mengambil data dan ditransfer melalui satelit. "Waku
yang diperlukan hanya 20 menit untuk menghasilkan
data," kata Tusy. Setidaknya ada 10 parameter kualitas
air yang dapat dipantau dengan seawatch.

Lebih jauh Tusy menjelaskan sebenarnya alat ini
juga pernah dipakai untuk melakukan pemantauan di
perairan Jepara. "Saat itu tahun 1998 telah digunakan
untuk memantau algae bloom disana,"ucapnya.

Kelebihan lainnya adalah dengan 10 parametar yang ada melalui perangkat lunak simulasi dapat digunakan untuk berbagai hal. "Sayangnya sejak tahun 1999 sudah tidak dipergunakan karena kendala biaya," ujarnya.

"Biaya untuk meyemplungkan alat ini dan operasionalnya
sepanjang tahun sekitar seratus juta untuk satu alat
Buoy," tambah Tusy. Alat ini juga dapat digunakan
untuk berbagai keperluan seperti navigasi, keselamatan
pelayaran. Biayanya sebenarnya tergolong ringan jika dibandingkan dengan kerugian yang telah terjadi akibat peristiwa kematian ikan beberapa waktu lalu.

Penggunaan alat pemantau dini seawatch seperti ini
diperlukan karena kondisi perairan Indonesia yang
bersifat tropis. Menurut Tusy dengan kondisi demikian
maka produktivitas plankton di perairan tropis lebih
slit untuk diprediksi. "Maka kita sebenarnya sangat
memerlukan alat ini untuk melakukan pemantauan
plankton termasuk juga algae," kata Tusy.

Muhamad Fasabeni - Tempo News Room



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga Bekasi Keluhkan Pencemaran Sungai Sadang
BPLHD Lalai Awasi Limbah Industri
Sutiyoso Nyatakan Aman Mengkonsumsi Ikan
Bupati: PT CNOOC Harusnya Diberi Sanksi
Lagi, Tumpahan Minyak Ditemukan di Kepulauan Seribu
Belum Pasti Penyebab Ikan Mati
Pencemaran Laut Merembet ke Tangerang
Polisi Akan Selidiki Pencemaran Sungai di Bekasi
Belum Ada Tersangka Pencemaran Teluk Jakarta
Nelayan Masih Temukan Ikan Mati
> selengkapnya...


Website

Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk25 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data