Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Penganiaya Nirmala Dituntut 80 Tahun Penjara
Sabtu, 22 Mei 2004 | 21:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Yim Pek Ha, warga negara Malaysia yang menjadi terdakwa kasus penganiayaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Nirmala Bonet dituntut hukuman 80 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kuala Lumpur, Sabtu (21/5). "Tuntutan itu adalah akumulasi dari empat tuntutan yang dikenakan padanya oleh jaksa penuntut umum yang masing-masing diancam dengan hukuman 20 tahun penjara," kata Kepala Bidang Konsuler KBRI di Malaysia, Supeno Sahid kepada TNR lewat sambungan telepon, Sabtu (21/5).

Jaksa penuntut Stanley Augustin menuntut terdakwa Yim Pek Ha dengan empat tuduhan penganiayaan terhadap Nirmala Bonet yang dilakukan pada Januari, Maret, April dan Mei 2004. Tuntutan pertama adalah penganiayaan pada Januari 2004 dengan menggunakan setrika panas. Kedua, penganiayaan pada Maret 2004 dengan menyiram air panas ke tubuh Nirmala yang menyebabkannya cedera berat. Ketiga, penganiayaan pada April 2004 dengan menggunakan setrika panas. Yang terakhir adalah penganiayaan dengan menggunakan cawan besi pada 17 Mei 2004.

Nirmala mengaku, dirinya sering dianiaya sejak mulai bekerja di apartemen majikannya di Jalan Tun Ismail 33B-25-6, Villa Putera, Kuala Lumpur itu. Dirinya sering dipukul dengan gantungan baju besi oleh majikannya. Kasus kekerasan ini muncul setelah Nirmala melarikan diri dari rumah majikannya pada 17 Mei 2004. "Pagi sebelum persidangan, pemeriksaan visum oleh dokter di Rumah Sakit Besar Kuala Lumpur terhadap Nirmala sudah dilakukan dan akan dilanjutkan Senin mendatang," kata Supeno.

Mendengar tuntutan itu, terdakwa Yim menangis dan menyatakan menolak semua tuduhan yang diajukan jaksa. Terdakwa yang hanya berbicara dalam bahasa kanton, sehingga harus didampingi penerjemah berbahasa melayu, itu juga menyatakan dirinya tidak bersalah. Pengacara Yim, Sidu Balaguru juga meminta agar kliennya tidak ditahan dan dibebaskan dengan jaminan. Tapi, permintaan itu ditolak Hakim Akhtar Tahir yang memutuskan terdakwa akan ditahan di penjara wanita Kajang sampai waktu sidang berikutnya, 26-28 Juli 2004.

Tentunya, selang waktu itu juga membuat Nirmala, perempuan 19 tahun asal Musa Tenggara Timur, tidak bisa pulang ke Indonesia. "Dia tidak dipulangakan dulu sampai kasusnya selesai," kata Supeno.

Amal Ihsan - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kedutaan Malaysia Didemo
Jenazah TKW Asal Lombok Terkatung-katung
Serikat Pekerja Perhutani Berunjuk Rasa
Besok, SP Perhutani Unjuk Rasa Ganti Direksi
Staf DephanTerlibat Pengiriman TKI Illegal Dipecat
Karyawan PT Starwin Tetap Duduki Pabrik
PJTKI Dilaporkan ke Polisi
Jacob Nuwa Wea Kritik Pemerintah Singapura
Hakim Tolak Pembacaan Gugatan PT.DI
Direksi dan Karyawan PT Starwin Akan Gugat P4P
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data