|
Nasional
Ribuan Pencari Kerja Berdesakan di Indoor Senayan
Sabtu, 22 Mei 2004 | 16:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ribuan pencari kerja sejak pagi hingga siang ini memadati gedung Tennis Indoor Gelora Senayan tempat berlangsungnya pameran bursa kerja bertajuk Indonesia Karier Expo 2004.
Para pencari kerja ini rela berdesak-desakan dan mandi keringat demi mendapat pekerjaan impian. Padahal, untuk memasuki arena pameran yang akan , mereka harus membeli tiket sebesar Rp 20 ribu.
Indonesia Karier Expo yang diselenggarakan oleh Citra Promosindo bekerja sama dengan Kompas Cyber Media (KCM) dan Indojobmart.com digelar mulai hari ini, Sabtu (22/5) dan Minggu (23/5) sejak pukul 10.00 hinggal 18.00 WIB.
Terdapat sekitar 40 stan perusahaan nasional dan multinasional yang menawarkan berbagai posisi pada pameran kali ini. Di antaranya Ciputra Grup, Hotel Regent, Kino Grup, Gramedia Grup, Experd Consultant, Standart Chartered dan Carrefour. Tak ketinggalan pula beberapa perusahaan media seperti Kompas Grup , Sinar Harapan, kelompok Jawa Pos, Elshinta dan Radio 68 H.
Meskipun arena pameran baru dibuka pukul 10.00 WIB, namun pengunjung sudah mulai berdatangan sejak pukul 07.00 WIB. Ketika loket yang berjumlah enam buah dibuka, mereka langsung berdesakan mengantri.
Membludaknya jumlah pencari kerja menyebabkan pagar pembatas antrean roboh dan ringsek terinjak-injak. Namun demikian tidak ada korban dari peristiwa itu. Panitia sendiri telah berusaha mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dengan menerjunkan petugas kemanan dibantu petugas kepolisian dan Marinir. Setiap pengunjung yang masuk harus melewati alat deteksi.
Para pencari kerja ini tidak hanya datang dari berbagai penjuru Jakarta, tetapi juga dari Bogor, Bekasi dan Tanggerang. Irwan, 24 tahun, misalnya, warga Bogor ini mengaku berangkat dari rumah selepas Shubuh. Irwan datang bersama dua temannya. Lulusan D-3 ini mengaku tidak membatasi satu bidang pekerjaan saja.
"Pokoknya mah apa saja saya coba, mudah-mudahan ada yang nyangkut" katanya sambil duduk di lantai serius mengisi lembaran formulir lamaran di stand Carrefour. Setumpuk berkas lamaran tampak tersembul dari tas ranselnya.
Hal yang sama juga dikemukakan Siti Farikah, 26 tahun. Perempuan berkerudung lulusan fakultas ekonomi dari sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta yang mengaku sudah dua tahun menganggur ini berharap tahun ini bisa mendapat pekerjaan tetap. Warga Petukangan Jakarta Selatan yang sudah dua kali ikut pameran serupa berharap tahun ini keberuntungan berpihak kepadanya.
Hingga pukul 13.00 WIB, antrean panjang di pintu masuk sudah tidak terlihat lagi. Dari enam loket penjualan, hanya tiga saja yang tetap dibuka. "Tapi kalau antrian meningkat kita buka kembali ke enam-enamnya," kata seorang panitia. Meskipun demikian, jumlah pelamar yang berada di arena pameran masih tetap membludak. Tidak ada satu pun stand perusahaan yang luput dari para pencari kerja. Untuk bergerak dari satu stan ke stan yang lain mesti berdesak-desakan. Bahkan bagian tribun pun penuh dengan pelamar yang sibuk mengisi formulir lamaran yang disediakan masing-masing stand.
Laporan kehilangan pun mulai berdatangan ke meja petugas. Mulai kehilangan tas, dompet, hingga telepon genggam. Di sisi lain, petugas kemanan menemukan belasan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang tercecer. Nunuy Nurhayati-Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|