|
Nasional
Ratusan Warga Sangihe Mengungsi
Jum'at, 21 Mei 2004 | 21:37 WIB
TEMPO Interaktif, Manado: Ratusan warga Sangihe, Sulawesi Utara, yang tinggal di kaki gunung Awu kembali mengungsi Jumat (21/5). "Kami sudah sampaikan kepada warga belum saatnya, tapi banyak warga yang mengungsi," kepala seksi Sub Direktorat Pengamatan Gunung Api Sulawesi dan Maluku, Saut Simatupang, Jumat (21/5).
Menurut dia, tim vulkanologi bersama Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Winsulangi Salindeho, telah
mendatangi warga yang berada di lokasi rawan bencana di kaki gunung Awu. Warga diminta untuk waspada dan
belum disarankan untuk mengungsi.
Saut mengatakan karena trauma dengan letusan Gunung Awu tahun 1966 yang menewaskan 39 jiwa, membuat warga trauma. Letusan gunung Awu tahun 1966 itu sangat dahsyat. "Masih ada saksi mata letusan itu dahsyat,"
ujarnya.
Kondisi aktivitas Awu saat ini mulai menurun. Namun masih ada hembusan asap dan tekanan gas. Selain itu,
ada warga yang melihat lelehan lava di kawah yang sedang beraktivitas.
Salah seorang Mahasiswa Politeknik Kesehatan Manado yang sedang melakukan praktik kerja lapang di Tabukan
Utara, Rinto mengatakan warga yang banyak mengungsi berasal dari tiga di desa masing-masing Bahu, Mala dan
Kalakube di Kecamatan Tabukan Utara. Rinto bersama rekan-rekannya sedang berkegiatan di Posko di Bahu,
tapi diiminta mengemas barang-barang untuk mengungsi ke Peta. "Ratusan warga sudah mengungsi ke Peta,"
katanya.
Verrianto Madjowa - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|