Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Gus Dur Menerima Keputusan KPU
Kamis, 20 Mei 2004 | 14:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menegaskan dirinya tidak akan jadi oposisi bila gagal menjadi presiden pemilu mendatang. Pernyataan ini disampaikan hari ini (20/5) di kantor PBNU.

Gus Dur menyatakan akan mengkonsentrasikan diri pada penegakan demokrasi di luar struktur pemerintahan. “Saya hanya ingin menyatakan pendapat saya," ujarnya.

Gus Dur juga menegaskan akan menerima hasil atau keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Toh maju kena mundur kena," ujarnya sambil sedikit mengancam KPU agar melihat dampaknya jika ia tidak diloloskan. Saat ini katanya, ada sekitar 70 persen dari pemilih yang menyatakan tidak memilih jika Gus Dur tidak jadi dicalonkan.

Dalam kesempatan itu Gus Dur mempertanyakan sikap KPU yang dianggap telah membuat kecurangan luar biasa dengan menjadikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai penentu lolos atau tidaknya calon dari segi kesehatan.

Seharusnya, kata Gus Dur, yang berhak adalah Departemen Kesehatan. Dia juga mengatakan SK KPU yang melarang dirinya jadi presiden bertentangan dengan UU No.4 Tahun 1997.

Yang masih menjadi pertanyaan saat ini, kata Gus Dur, sikap MA yang tidak pernah menindaklanjuti laporannya kenapa DPR/MPR tahun 2001 melengserkannya dari posisi jabatan presiden. “Saat saya dilengserkan saya bertanya ke MA apakah itu bertentangan dengan konstitusi, tetapi MA sampai sekarang tidak pernah menjawab”, ujarnya.

Sementara itu, Rizal Ramli, mantan Menko Ekuin dan Kepala Bulog yang hadir mendampingi Gus Dur, mengatakan memang banyak langkah Gus Dur yang kontroversial, tetapi itu untuk menegakkan dan memperjuangkan demokrasi.

Sunariah - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dua Pasangan Belum Lengkapi Persyaratan
Susilo Bambang Yudhoyono Kunjungi SD Tertua
PPP Butuh Rp 500 Miliar Lebih untuk Kampanye Presiden
DPR akan Naikkan Anggaran MA
Gus Solah: "Wiranto Tak Terlibat Pelanggaran HAM Berat"
Menpan: "PNS Dilarang Berpolitik Praktis"
Megawati Bertemu Kiai Madura
Pepabri Jabar Protes
Pande Dikirim ke Cipinang Hari Ini
709 Polisi Amankan Capres dan Cawapres
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Apa Kata Wiranto
Apa Kata Hamzah Haz
Tim Kampanye Calon Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 9 Tahun 2000 Tentang Gaji Pokok Pimpinan dan Hakim Anggota MA
Kepres RI No. 11 Thn.2003 Tentang Mahkamah Syariah Provinsi Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
> selengkapnya...

Website

Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Situs PKS di Belanda
Situs PKS di Jepang
Partai Demokrat
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [5]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data