Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Abu Jibril: "Tidak Ada Tuduhan Terorisme"
Senin, 17 Mei 2004 | 19:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Senin (17/5) sore ini, Mohammad Iqbal alias Fihiruddin alias Abu Jibril mulai menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan yang dilakukan di ruang Detasemen Khusus 88 Anti Teror lantai empat Gedung Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Polri itu, berlangsung sejak pukul 16.10 WIB.

Sepuluh menit sebelumnya, dengan menggunakan setelan celana panjang dan baju koko warna hitam, Abu Jibril melaksanakan salat Ashar di sebuah mushallah di lantai empat tersebut. Selama kurang lebih setengah jam, sejak pukul 14.30 WIB, pria kelahiran Lombok, 17 Agustus 1957 ini, bercakap-cakap dengan anggota keluarganya, seperti adik kandungnya Irfan S. Awwas (Ketua Lajnah Majelis Mujahidin Indonesia) dan Helmi. Selain itu, hadir pula pengacaranya, yakni Achmad Michdan, Achmad Chalid, dan Syamsul.

Sebelumnya, di ruang tahanan berukuran 2,5x2,5 meter yang terletak di lantai satu gedung tersebut, suami dari Fathimah Zahra ini, menerima kunjungan dari sejumlah anggota MMI. "Saya sakit, belum sehat," ujar Abu Jibril kepada Faisal dari Tempo News Room. Dia merasa kecewa dengan deportasi mendadak yang dilakukan pemerintah Malaysia.

Menurut Menteri Luar Negeri Malaysia Syed Hamid Albar menyatakan, deportasi tersebut dilakukan karena sudah ada permintaan dari Indonesia. "Kita sudah selesai dengan dia (Abu Jibril). Jadi terpulang kepada Indonesia," ujar dia saat dihubungi melalui telepon genggamnya.

Berikut penuturan Abu Jibril sebelum menjalani pemeriksaan:

Apa materi pemeriksaan?
Belum diperiksa lagi. Saya sakit, belum sehat.

Bagaimana Anda dideportasi?
Saya ini macam diculik dari Penjara Trengganu (Depo Tahanan Ajil, kantor imigrasi Negara Bagian Trengganu) pada malam hari jam sebelas malam (Rabu, 12 Mei 2004). Saya sampai sampai pukul enam pagi waktu Subuh (Kamis, 13 Mei) di Kuala Lumpur. Besoknya, selesai Subuh, diperintahkan berangkat. Tapi saya tidak tahu berangkat ke mana, tiba-tiba sampai di lapangan terbang. Pada hari itu, sudah ditentukan oleh mahkamah supaya saya hadir di mahkamah. Tetapi tidak jadi hadir karena saya sudah diantar ke lapangan terbang. Sesudah imigrasi mengantar saya ke lapangan terbang, imigrasi datang ke mahkamah memberitahu bahwa saya tidak dapat hadir karena sudah diantar pulang. Maka kecewalah mahkamah, hakim, dan pengacara.

Selanjutnya?
Saya diantar ke lapangan terbang dengan diborgol. Saya dikawal lebih kurang tujuh atau delapan anggota imigrasi dan kepolisian yang saya tidak lihat.

Mata Anda ditutup?
Tidak, tetapi saya diborgol dan ditempatkan di tempat khusus. Saya orang pertama kali yang masuk ke dalam lapangan terbang. Pengawal yang masuk ada tujuh orang dan ada petugas khusus kiri-kanan saya dua.

Anda tetap diborgol?
Setelah di masuk pesawat, baru dibuka borgolnya.


Pakaian yang Anda pakai?
Pakaian yang saya gunakan gamis dan jaket. Saya juga bawa tas kresek dan tas kecil.

Apa tuduhan kepada Anda?
Pemalsuan surat dan keimigrasian.

Tidak ada tuduhan terorisme?
Tidak ada.

Apa saja yang sudah ditanyakan tim penyidik?
Itu saja dulu. Nanti kapan-kapan kita sambung lagi.

Bagaimana perlakuan polisi?
Cukup bagus. Saya diperlakukan istimewa di sini, beda dengan di Malaysia.

Bisa digambarkan ruang tahanan yang Anda tempati?
Di ruang sel 2,5x2,5 meter. Tembok berwarna kuning dan jeruji warna abu-abu. (Sel) pakai lampu neon, mungkin seratus (watt). Kemudian berdampingan dengan (sel) isteri Manuputty (Ollie Manuputty).

Fasilitasnya?
Ada kipas angin dan kasur.

selesai

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Abu Jibril Diperiksa Mabes Polri
Abu Jibril Sakit Maag dan Tulang Belakang
Ribuan Kader PKS Kutuk Kebiadaban Amerika
Keluarga Abu Jibril Besuk di Mabes Polri
Majelis Mujahidin Unjuk Rasa di Mabes Polri
Abu Jibril Diperiksa di Mabes Polri
Ba'asyir Tiba di Polda Metro Jaya
Ba’asyir Pindah Ke Mapolda
Tahanan Khusus Ba'asyir di Polda Sudah Siap
Abu Bakar Ba'asyir Dipindah ke Tahanan Polda
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Pengejaran Dr. Azahari dan Noordin Mohamad Top
15 Menit Terakhir Hidup Fatur Rohman al-Ghozi
Akhir Perjalanan Fathur Rohman al-Ghozi
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data