Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Sisa Gula Selundupan Siap Dimusnahkan di Pulau Laki
Senin, 17 Mei 2004 | 10:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sisa gula selundupan sebanyak 123 kontainer sudah berada di Pulau Laki, gugusan Kepulauan Seribu siap untuk dimusnahkan. "Kapal pertama sudah datang Sabtu (15/5) pukul 10.00 WIB. Kapal kedua berlabuh sebentar lagi," kata Asisten Operasi Lantamal II Angkatan Laut Letkol Joko Muryono kepada Tempo News Room, Senin (17/5).

Menurut Joko, gula sebanyak 123 kontainer diangkut menggunakan dua kapal tongkang dengan kecepatan 5-7 knot. Dia yang memimpin pelaksanaan pemusnahan secara teknis di lapangan sejak pemusnahan kedua awal Mei lalu. "Ya rata-rata kapal tongkang kecepatannya segitu," kata Joko yang sudah berada di Pulau Laki sejak Sabtu (15/5). Berdasarkan pengalaman Tempo News Room, yang mengikuti pemusnahan gula kedua, kapal akan mencapai Pulau Laki yang berjarak 60 mil dari Jakarta dengan waktu 5-7 jam.

Kapal tongkang pertama, kata Joko, memuat gula sebanyak 60 kontainer. Sedangkan tongkang kedua memuat gula sebanyak 63 kontainer. Rata-rata 1 kontainer memuat 20 - 23 ton. "Untuk penurunan muatan tongkang pertama sampai sekarang belum selesai. Anda sendiri tahu betapa lama waktu itu nurunin 22 kontainer saja," kata Joko. Untuk hajatan besar pemusnahan ketiga kali ini, Departemen Perindustrian dan Perdagangan menyewa tenaga nelayan sebanyak 200 orang ditambah 50 orang kuli angkut dari Jakarta.

Joko menolak membeberkan biaya sewa tiap orangnya. "Anda ke sini saja, tanya sendiri sama nelayan. Nanti saya dikira nutupin lagi," kata dia. Berdasarkan informasi sebelumnya pada pemusnahan kedua sebanyak 22 kontainer, 1 karung dihargai Rp 1.000. Ini kalau diangkut oleh nelayan. Kalau kuli angkut yang didatangkan langsung dari Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Sunda Kelapa, kira-kira per kilogramnya meminta ongkos Rp 100. Berarti 1 karung yang memuat 25 kilogram gula, ongkos angkutnya Rp 2.500. Ongkos ini masih membengkak karena ditambah biaya bahan bakar untuk pembakaran, sewa kapal tongkang, dan sebagainya. Semua berasal dari APBN yang diturunkan ke Pusat Solusi Bisnis (PSB) Depperindag.

Total ada 167 kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok. namun yang dimusnahkan hanya 150 kontainer karena 17 lainnya diakui PTPN II sebagai miliknya, jadi perlu penyidikan lebih lanjut.

Anastasya Andriati - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

90 Persen Bahan Baku Farmasi Diimpor
Tata Niaga Impor Gula Akan Diatur Keppres
Rini Soewandi: 2007, Indonesia Swasembada Gula
Impor Gula Tak Lagi Manis
Presiden Perintahkan Tiga Menteri Pantau Stok Beras Selama Sebulan
DPR Pertanyakan Pemusnahan Gula Selundupan
BKPM Minta Departemen Serahkan Blue Print Perencanaan
Lagi, 500 Ton Gula Akan Dimusnahkan
Mabes Polri Bisa Rekomendasikan Pencabutan Izin Impor Gula
162 Kontainer Gula Ilegal Dimusnahkan
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Rajawali Nusantara Indonesia
UU RI No.7 Thn.1996 Tentang Perlindungan Pangan
UU RI No.8 Thn.1999 Tentang Perlindungan Konsumen
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data