Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

PKS Dukung Capres yang Membuat Pernyataan Hitam Di atas Putih
Minggu, 16 Mei 2004 | 21:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera meminta Capres dan Cawapres yang meminta dukungan partainya berani membuat pernyataan hitam diatas putih atas kesangggupan melaksanakan sejumlah komitmen yang diminta partai ini. Bila kelak kemudian hari Capres tersebut ingkar melaksanakan sejumlah komitmen itu, akan diminta mengundurkan diri. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Partai Keadilan Sejatera, Hidayat Nurwahid usai acara pernyataan sikap mengutuk tindakan Amerika terhadap tahanan Irak, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (16/5).

Beberapa kriteria yang akan diajukan PKS sama seperti yang pernah diumumkan Majelis Syuro sebelumnya. Pertama, calon presiden harus memiliki kemampuan dan kemauan menjadi panutan dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Hal ini diukur tidak hanya pada komitmen lisan tetapi dari cacatan masing-masing.

Kedua, calon presiden harus memiliki sikap kenegarawanan. Ukuran kenegarawan menurut Hidayat adalah bagaimana komitmen untuk membangkitkan Indonesia ke depan, termasuk komitmen tidak mengulangi kesalahan presiden-presiden sebelumnya. "Seorang yang masih mengulangi kesalahan presiden sebelumnya dalam bentuk apapun akan sulit dikatakan negarawan karena ia akan malah menjerumuskan Indonesia terbenam ke lumpur yang lebih dalam," ujarnya.

Komitmen ketiga adalah seseorang yang tidak menjadikan jabatan sebagai kerakusan. Ciri tidak rakus jabatan menurut Hidayat mereka tidak akan melakukan rangkap jabatan. "Kalau dia seorang ketua partai, dia tidak akan merangkap sebagai ketua partai dan mejadi presiden," tambahnya. Selain itu mereka juga tidak akan menggunakan fasilitas negara diluar kepentingan negara.

Kriteria berikutnya mereka harus berpihak secara sungguh-sungguh pada mayoritas bangsa Indonesia, terutama dalam konteks keadilan dan sejahtera. Keberpihak itu ditujukan terutama kepada 'wong cilik' dengan menghadirkan regulasi yang memihak kepada mereka. "Bukan belum apa-apa meningkatkan gaji para menteri dan presiden," ujarnya.

Selain itu PKS juga mengharuskan calon presiden memiliki keberpihakan pada kaum perempuan, dalam bentuk yang sesunguhnya dengan membela harkat dan martabat dengan tidak menjadikan mereka komoditas dengan dieksploitasi untuk kepentingan seksualitas, materi dan kepentingan ekonomi. Tapi menjadikan mereka masyarakat yang maju, berdaya dan merdeka. Dan menjadikan perempuan memiliki peran signifikan dalam perpolitikan.

Kriteria berikutnya capres harus memiliki wawasan menyatukan bangsa dan negara karena kondisi bangsa ini sangat rapuh terhadap imperialisme dan neo kolonialisme. Ke depan, diperlukan presiden yang benar-benar mampu menjaga kedaulatan negara dan menyatukan bangsa Indonesia.

Sedang kriteria lainnya calon presiden adalah harus memiliki wawasan global dan kemampuan diterima ditingkat dunia. "Sehingga kita bisa berdiri sejajar dengan bangsa lain," katanya.

Ditanya kepada siapa kira-kira dukungan PKS akan diberikan, Hidayat mengatakan belum bisa memastikan. Menurutnya hingga saat ini belum bertemu dan berbicara dengan masing-masing pasangan calon. Sejauh ini, KPU juga belum memberikan keputusan calon yang lolos. "Jangan setelah diberikan dukungan ternyata pasangan calon itu tidak lolos, kan tidak lucu," katanya.

PKS saat ini masih menunggu keputusan majelis dewan syuro yang masih mencermati dan menimbang perkembangan yang terjadi. "Saya sebagai bagian diantara majelis syuro belum bisa menyebut kepada siapa PKS akan mendukung," tuturnya.

Yang jelas, kriteria itu akan ditawarkan kepada calon yang ingin memperoleh dukungan suara kader PKS. Bila mereka menginginkan dukungan PKS, kata Hidayat mereka harus mau melaksanakan komitmen tersebut. Bahkan pihaknya akan meminta calon tersebut membuat pernyataan hitam diatas putih, dibubuhi materai untuk melaksanakan komitmen-komitmen tersebut. Bila tidak bisa melaksanakan komitmen tersebut, PKS akan meminta mereka mundur.

Ramidi - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Susilo Bambang Yudhoyono dan Yusuf Kalla Bertemu Pebisnis Bali
PBB Gelar Rakornas Sosialisasi Dukungan atas SBY-Kalla
Wiranto Akan Usung Isu Penegakan Hukum dan HAM
Kalla Bantah Curi Star t Kampanye
KPU Bantah Terima Gugatan PDI-P Sulawesi
Gus Dur Akan Tuntut KPU
Gus Dur: Dua Pejabat Dalang Penjegalan
Amien Beri Saran Soal Pencalonan Gus Dur
Garda Bangsa: Kami Ikut Keputusan Gus Dur
Menko Polkam Bertemu Tiga Gubernur Sumatera
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Profil Agum Gumelar
Perkiraan Peta Dukungan Calon Presiden
NU Versus NU
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU RI nomor 31 Tahun 2002 Tentang Partai Politik
Keputusan KPU No. 07 Tahun 2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kampanye Pemilu 2004
> selengkapnya...

Website

Partai Demokrat
Info Pemilu
Anti-Politisi Busuk
Politisi Busuk
Partai Keadilan
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [5]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data