|
Nasional
Susilo Bambang Yudhoyono dan Yusuf Kalla Bertemu Pebisnis Bali
Minggu, 16 Mei 2004 | 21:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Denpasar - Sekitar tujuh ratus pengusaha Bali, Minggu (16/5) malam ini, bertemu dengan pasangan Capres dan Cawapres Susilo Bambang Yudhoyono dan Yusuf Kalla, di Hotel Patra Bali. Acara yang dirancang tim sukses SBY-Kalla itu, digunakan calon presiden dan wakil presiden ini untuk menjanjikan pemulihan ekonomi di Bali di bidang pariwisata.
Selain pengusaha, acara itu dihadiri pula konsul negara asing yang ada di Bali, seperti Inggris, Jepang, Spanyol, dan Italia. Di antara yang hadir, tampak bekas Menteri Negara BUMN Tanri Abeng dan mantan Menteri Negara Prasarana dan Pembangunan Wilayah di jaman Gus Dur, Erna Witoelar.
Dalam acara itu, SBY menjelaskan selama satu bulan ini, dia akan menjalankan program 'SBY mendengar', yakni programnya untuk bertemu dengan petani, guru, pegawai, pengusaha, dan berbagai kalangan lainnya.
Materi yang diperolehnya dari program itu, akan digunakan untuk merumuskan langkah yang tepat mengatasi krisis saat ini. SBY berjanji an bekerja sangat keras dan mengajak semua pihak melakuan hal yang sama, sehingga masalah seberat apapun dapat dipecahkan.
Ia juga menjanjikan akan menghindari politik kotor dan menggunakan cara damai dan cerdas untuk memperoleh posisi politik yang diharapkannya. Ia menyatakan, pasangan Mega-Hasyim dan pasangan-pasangan presiden lainnya tidak dianggap sebagai musuh tapi sesama saudara yang berkompetisi dalam sistem demokrasi. "Kita persilahkan rakyat menilai mana yang terbaik," katanya. Adapun platform yang ditawarkan SBY adalah perdamaian, keadilan, dan kemakmuran. Semuanya itu bisa diwujudkan bila didukung oleh pemerintahan yang bersih, responsif, terbuka dan akuntabel.
Khusus untuk Bali, dia menjanjikan keamanan dan stabilitas sehingga pariwisata kembali hidup. Demikian pula dengan investasi di bidang tersebut. Di Bali, selain didukung Partai Demokrat, tim sukses SBY yang menamakan dirinya 'Rajawali Dewata', juga didukung Partai Pelopor, Partai Indonesia Baru, Partai Nasionalis Banteng Kemerdekaan, Partai Merdeka, Partai Damai Sejahtera, PKPI, dan Partai Syarikat Indonesia
Rofiqi Hasan - Tempo News Room
[Edit] - [ Download Article ]
INDEKS BERITA LAINNYA :
|