">
     
  Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Gus Dur Akan Tuntut KPU
Minggu, 16 Mei 2004 | 11:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
JAKARTA -- Calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, menyatakan akan menuntut Komisi Pemilihan Umum setelah penolakan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung terhadap gugatan dari pihaknya. Ia menuding KPU telah melanggar Undang-Undang Dasar.

Menurut Gus Dur, niat untuk menggagalkan dirinya menjadi calon presiden berawal dari Surat Keputusan KPU yang isinya cenderung menghalangi pencalonannya dengan mensyaratkan kesehatan fisik. "Adanya SK KPU itu niatan jahat untuk menghalangi saya," tuturnya dalam jumpa pers di kantor DPP PKB, Jalan Kalibata, Jakarta, kemarin.

Ia juga mengungkapkan, ada dua pejabat negara yang menjadi dalang penjegalan dirinya untuk maju sebagai capres. "Ada dua pejabat yang sekarang bepergian keluar negeri yang menjadi dalangnya," ungkapnya.

Di Yogyakarta, Gus Dur berkata, ada salah satu calon presiden yang mendatangi MA dan meminta lembaga itu mengeluarkan keputusan negatif terhadap keikutsertaan dia dalam pemilihan presiden. "Masya Allah, MA kok mau diatur oleh orang luar. Tapi ya memang itu, MA kita pro dengan kelompok penakut. MA kita pengecut," katanya kemarin pagi.

Pada Jumat (14/5) malam, KPU menyerahkan hasil pemeriksaan kesehatan rohani dan jasmani kepada calon presiden dan wakil presiden. Pada berkas BB4 (persyaratan kesehatan) calon presiden Abdurrahman Wahid tertulis TMS yang berarti Tidak Memenuhi Syarat.

KPU juga meminta Gus Dur dan Marwah Daud Ibrahim memenuhi persyaratan administrasi pencalonan presiden dan wakil presiden. Beberapa persyaratan tersebut sebagaimana tercantum dalam surat KPU kepada pimpinan PKB, antara lain nomor pokok wajib pajak, fotokopi KTP, Surat Pembayaran Pajak Tahunan dalam lima tahun terakhir, daftar kekayaan, dan surat keterangan tidak dalam keadaan pailit.

Ketua MPR Amien Rais menyarankan agar Gus Dur bersama Dewan Perwakilan Rakyat, KPU, dan Panitia Pengawas Pemilu membicarakan soal itu. "Dalam forum itu, semua pihak dapat mengajukan argumentasi masing-masing dan nanti, apa pun hasilnya, rakyat akan mendukung," kata Amien yang juga maju sebagai capres.

Ia mengaku memahami bahwa kedua pihak, baik Gus Dur maupun KPU, memiliki alasan yang kuat sehingga tetap teguh pada pendirian masing-masing. Gus Dur menginginkan semua kandidat diloloskan dan diserahkan kepada rakyat untuk memilih. Sedangkan KPU melihat, untuk jabatan presiden diperlukan orang yang lengkap kemampuan inderanya sehingga yang bersangkutan bisa lebih maksimal melaksanakan tugas.

Gus Dur sendiri mengatakan, ia tidak mau bertanggung jawab bila keputusan KPU itu menyebabkan massa pendukungnya mengamuk. "Saya hanya mengingatkan saja, jika orang-orang itu bereaksi bukan salah saya," katanya.

Ketua Garda Bangsa, salah satu organisasi massa Nahdlatul Ulama, Imam Nachrowi, mengatakan bahwa pihaknya akan mengikuti apa keputusan Gus Dur menyangkut pencalonannya menjadi presiden.

Menurut Imam, Garda akan mengerahkan massa pendukungnya untuk datang ke KPU jika Gus Dur tak lolos jadi calon presiden. Garda Bangsa, kata Imam, berharap KPU menerima pencalonan Gus Dur tanpa mempersoalkan cacat fisiknya. "Jangan sampai KPU dicoreng oleh perilakunya sendiri," katanya.

Sekretaris Dewan Suro Arifin Djunaedi mengungkapkan bahwa PKB tetap akan memenuhi kekurangan persyaratan administrasi seperti yang diminta KPU. Sebab, menurut dia, kesempatan untuk mencalonkan Gus Dur masih terbuka sampai pengumuman dari KPU pada 22 Mei.

Pengurus PKB Kofifah Indar Parawangsa menjelaskan bahwa sebenarnya sudah ada kompromi politik pada saat amendemen ketiga untuk menentukan persyaratan menjadi presiden.

Kompromi saat itu adalah pasal mengenai "terdakwa" didrop untuk kepentingan Golkar, persyaratan calon Presiden "harus sarjana" juga didrop untuk PDIP, sedangkan PKB meminta agar "persyaratan jasmani" diganti "kemampuan secara jasmani dan rohani" yang artinya kapabilitas kepemimpinan. "KPU dan IDI kan tidak ikut rapat amendemen saat itu," kata Kofifah.

Di pihak lain, Ketua PB NU Ahmad Bagja memperkirakan dukungan mayoritas warga NU akan diberikan kepada Hasyim Muzadi yang menjadi calon wakil presiden dari PDIP.

Menurut dia, Hasyim Muzadi yang sudah puluhan tahun berkecimpung mengurus NU jauh lebih mengakar dan populer di kalangan nahdliyin. "Pak Hasyim mengurus NU mulai dari ranting, sedangkan Gus Solah (yang jadi pasangan Wiranto dari Golkar), walau punya trah Wahid, baru beberapa tahun aktif di NU," ujarnya.

Ia menyatakan, kalaupun Gus Dur tidak maju, pengaruhnya tidak akan menentukan arah dukungan warga NU secara signifikan. "Tapi kalau Gus Dur maju, pasti seru--walau mereka bertarung di lapangan becek," kata Ahmad tanpa memerinci maksudnya.

Syaiful, Ucok, Supriyantho, Mawar, Bagja, Priandono,Budi P





INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gus Dur: Dua Pejabat Dalang Penjegalan
Amien Beri Saran Soal Pencalonan Gus Dur
Garda Bangsa: Kami Ikut Keputusan Gus Dur
Menko Polkam Bertemu Tiga Gubernur Sumatera
KPU Disesalkan Soal Kampanye Pilpres
Gus Dur Akan Tuntut KPU ke Pengadilan
Partai Demokrat Optimis SBY–Kalla Lolos Putaran Pertama
PKB Akan Lengkapi Persyaratan KPU
Hasyim Muzadi Datangi Pesantren Lirboyo
KPU Menolak Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Profil Agum Gumelar
Perkiraan Peta Dukungan Calon Presiden
Perolehan Kursi Partai di DPR
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Perubahan Atas UU No. 3 Tahun 1999 Tentang Pemilu
UU RI No.12 Thn.2003 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, Dan DPRD
> selengkapnya...

Website

Situs PKS di Belanda
Situs PKS di Jepang
Partai Demokrat
Departemen Dalam Negeri
Info Pemilu
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [5]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data