Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Diminta Copot Abdullah Puteh
Jum'at, 14 Mei 2004 | 20:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Munarman mengatakan jika pemerintah benar-benar menerapkan status darurat sipil di Aceh, pemerintah pusat terlebih dahulu mencopot Gubernur Aceh Abdullah Puteh, karena bermasalah.

"Kalau secara formal menempatkan pada status darurat sipil, otomatis Gubernur bermasalah harus terlebih dulu dicopot," ujar Munarman saat ditemui di kantornya hari ini (14/5).

Menurut Munarman, pencopotan ini perlu untuk menjelaskan agenda dan memperlihatkan keseriusan pemerintah menangani masalah Aceh, termasuk memberantas korupsi yang melibatkan Gubernur Puteh. "Jika ini tidak dilakukan, maka status darurat sipil tidak akan efektif," tambahnya. Dari laporan Solidaritas Masyarakat Anti Korupsi (Samak) Aceh, korupsi di Aceh sangat parah, mencakup lebih dari 20-an kasus.

"Dari dugaan korupsi ini, sebagai orang bermasalah, semestinya Puteh tidak pada posisi sebagai Gubernur lagi," ujarnya. Namun ia mengakui hal itu sulit karena seakan-akan tidak tersedia mekanisme hukum untuk menjerat Puteh.

Munarman menjelaskan sebenarnya dengan status darurat militer, Pemerintah Darurat Militer Daerah (PDMD) Aceh bisa menangkap Puteh. "Karena kekuasaan PDMD adalah kekuasaan mutlak penuh. Dia bisa melakukan apa saja untuk menjaga kelangsungan hidup masyarakat," tegas Munarman yang baru kembali dari Aceh. Tetapi karena banyaknya tentangan dan kepentingan di Jakarta, hal itu tidak dilakukan PDMD.

Selain mencopot Puteh, hal lain yang harus dilakukan pemerintah sebelum mengubah status darurat militer menjadi darurat sipil yaitu meminta pertanggungjawaban keuangan negara yang digunakan PDMD selama darurat militer, yang jumlahnya mencapai lebih dari Rp 3 triliun. "Dalam hal ini mestinya Megawati yang melaporkan ke DPR, karena dialah PDMP-nya (Pemerintah Darurat Militer Pusat)," ujarnya.

Jika kedua hal di atas tidak segera dilakukan Pemerintah Megawati, menurut Munarman pemberontakan GAM akan semakin besar. "Perlawanan GAM itu salah satunya karena menganggap organisasi negara yang namanya Republik Indonesia ini sudah tidak efektif lagi mensejahterakan rakyat, karena korup sistemnya," ujarnya.

Perlunya pembongkaran kasus korupsi juga disampaikan Ketua Tim Aceh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Zoemratin K. Suslo. Zoemratin yang ditemui hari ini mengatakan, pada saat darurat sipil diterapkan, perlu ada pembongkaran kasus korupsi di Aceh harus dilakukan. Ini untuk menciptakan keadilan.

Pemerintah juga harus membuka lapangan kerja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh. "Kalau ini tidak dilakukan akan terjadi hal (perlawanan) baru lagi," ujarnya saat ditemui di kantornya.

Sunariah - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pembebasan Ferry Masih Dinegosiasikan
Gus Solah Berjanji Mundur Jika Gagal
Penguasa Darurat Sipil Sebaiknya dari Pusat
Megawati Akan Temu Wicara dengan Petani Tebu
Presiden Kunjungi Tiga Daerah
Megawati Akan Resmikan Panen Raya Tebu di Lumajang
Presiden: SKBRI Tak Wajib
Status Aceh Kemungkinan Menjadi Darurat Sipil
Warga Parung Kuda Mengadu ke Komnas HAM
Mahasiswa Trisakti dan Atmajaya Demo di Istana
> selengkapnya...


Referensi

Komisi Kebenaran $ Rekonsiliasi
Komnas HAM Soal Kerusuhan Maluku
PP RI No. 109 Tahun 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
PP RI No. 19 Tahun 2000 Tentang Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Kepres RI No. 43Thn.2003 Tentang Pengaturan Kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat Dan Jurnalis Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
> selengkapnya...

Website

Maluku Media Centre (MMC)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data