Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

PNBK Tuntut Transparansi Pemilu Presiden
Jum'at, 14 Mei 2004 | 16:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) Erros Djarot menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk lebih transparan di dalam mengumumkan rekapitulasi penghitungan suara dalam pemilu presiden mendatang. "Fotokopi rekapitulasi tersebut harus ditempel di tiap TPS (tempat pemungutan suara)," katanya di Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/5).

Selain di tiap TPS, KPU juga harus menempelkan hasil penghitungan suara tersebut di tingkat kelurahan, kecamatan. Hal ini diperlukan agar publik tahu dan bisa dilakukan cek silang. "Sekarang ini tidak demikian, silumannya lebih dominan," kata Erros.

Dalam pemilu presiden mendatang, Erros merasa tidak punya keyakinan akan berjalan secara tertib, karena kredibilitas KPU saat ini sudah sangat turun. "Kerusuhan sosial bisa timbul dari masalah-masalah teknis," ujarnya.

Menurut Erros, masalah yang utama perlu dibenahi adalah sistem teknologi informasi yang dipakai oleh KPU. Pasalnya, ia mencurigai adanya manipulasi yang terlalu besar karena penghitungan yang belum fixed (final) namun telah ditayangkan. "Ini sangat insinuatif dan provokatif," katanya.

Erros meminta dalam pemilu presiden sistem teknologi informasi KPU secara on line agar mencantumkan suara yang masuk dari TPS mana saja dapat terlihat. Jadi, kata dia, penambahan suara datang dari mana dapat kelihatan. "Kerja keras sedikit lah, jangan mau uangnya saja," ujar Erros.

Sekretaris aliansi 14 parpol yang menggusung pemerintahan bersih ini juga akan menuntut KPU untuk mempertanggungjawabkan dana yang dipakai selama pemilu, dan juga mendesak Presiden dan DPR untuk mengaudit keuangan KPU. "Saya punya kecurigaan, biayanya besar tapi hasilnya bikin pusing," kata Erros.

Poernomo G. Ridho - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Birokrasi Jadi Tim Sukes Harus Non Aktif
2009, Yudhoyono Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7,6 Persen
Calon Gagal Jika Tak Lolos Syarat Kesehatan
KPU Belum Sepaham Soal Kampanye Pejabat
Status Agum Tergantung Presiden
Megawati Siap Debat Calon Presiden
Besok, KPU Serahkan Verifikasi Capres-Cawapres
Amien Rais Paparkan Program 100 Harinya
Ratusan Mahasiswa Jember Tolak Capres Militer
Dua Anggota KPU Kendari Jadi Tersangka
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Profil Agum Gumelar
Perkiraan Peta Dukungan Calon Presiden
Perolehan Kursi Partai di DPR
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Perubahan Atas UU No. 3 Tahun 1999 Tentang Pemilu
UU RI No.12 Thn.2003 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, Dan DPRD
> selengkapnya...

Website

Situs PKS di Belanda
Situs PKS di Jepang
Partai Demokrat
Departemen Dalam Negeri
Info Pemilu
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data