|
Nasional
Amien Rais Paparkan Program 100 Harinya
Kamis, 13 Mei 2004 | 18:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Calon presiden Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengatakan masyarakat Indonesia bisa menilai kinerjanya dalam 100 hari memerintah untuk serius memproses para koruptor kakap ke pengadilan yang adil dan transparan.
“Selain itu kami juga berjanji mengeluarkan seruan sangat keras soal pencurian kayu ilegal agar dihentikan dan mengeluarkan kebijakan yang mendukung petani karena selama ini selalu terpinggirkan,” ujar Amien kepada wartawan di Hotel Mulia Jakarta, Kamis (13/5).
Janji Amien tersebut sebagai bukti kepada para pemilihnya nanti atas keseriusannya membangun Indoensia yang bersih dan berkeadilan. Ketiga program itu, menurutnya, merupakan bagian dari platform yang saat ini sedang disusunnya bersama Siswono dan dalam dua hari ini akan diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum dan pers.
Menurut Amien, untuk merealisasikan berbagai janji dan programnya itu, target terdekat dirinya bersama Siswono harus bisa lolos di putaran kedua pemilihan presiden 5 Juli mendatang. Jika lolos di putaran pertama, target untuk memenangkan pemilu presiden makin terbuka lebar karena persaingannya akan semakin mengecil.
Amien mengatakan, makin banyaknya pasangan calon di putaran pertama berarti makin memudahkan dirinya untuk lolos ke putaran kedua. Misalnya, adanya enam pasangan calon, berarti dirinya hanya butuh 20 persen suara untuk lolos ke putaran kedua. “Jika ada lima pasangan calon berarti saya butuh suara setidaknya 35 persen dan jika hanya tiga pasangan calon ini akan lebih berat lagi,” papar Amien.
Kepada rakyat pemilih Amien mengedepankan track record-nya dan Siswono yang menurutnya relatif bersih. “Saya sendiri Insya Allah tidak pernah terlibat korupsi, Pak Siswono sejauh ini juga clean,” ucapnya.
Amien menyebutkan, ia dan Siswono memiliki 4 C, yaitu concept (konsep), competency (kompetensi), confident (percaya diri), dan connection (koneksi). Koneksi yang dimaksud, menurut Amien, mampu membangun hubungan yang luas dengan berbagai sektor politik.
Kepada pers, kata Amien, hanya dalam waktu seminggu saja bisa langsung memberikan penilaian atas kinerjanya. Di luar itu penilaian diserahkan melalui mekanisme politik dan hukum di parlemen yang ujung tombaknya ada di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Mahkamah Konstitusi (MK).
Amien juga menggarisbawahi dugaan bakal terjadinya praktek politik uang dalam pemilihan presiden menadatang. Aroma politik uang, ujar dia, sangat mengemuka saat pemilu legislatif lalu, konvensi Partai Golkar, dan pemilihan gubernur dan bupati/walikota. “Tapi semua itu akan sulit dibuktikan memang,” ucapnya.
Kepada semua pasangan capres, Amien mengajak untuk meninggalkan praktek politik busuk tersebut. Dia juga mengingatkan Panwaslu dan KPU untuk lebih meningkatkan perannya dalam pengawasan akan dugaan politik uang.
Ecep S Yasa - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|