Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Gubernur PTIK : Penyalahgunaan Kekuasaan Polisi Masih Tinggi
Kamis, 13 Mei 2004 | 15:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Farouk Muhammad mengakui a penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power yang dilakukan polisi masih tinggi di Indonesia. “Abuse of power itu meliputi tindakan brutal dan korupsi,” katanya dalam rapat dengar pendapat komisi VI DPR RI dengan PTIK, Kamis (13/5) di Jakarta.

Penyalahgunaan kekuasaan itu disebabkan oleh beberapa faktor seperti individu dan lingkungan. Bila faktornya berasal dari individunya memang susah untuk dihilangkan. Namun, ia mengakui ada korelasi antara tingkat pendidikan dengan penyalahgunaan kekuasaan. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin kecil tingkat penyalahgunaannya. “Tapi saya tidak setuju dengan korupsi. Semakin tinggi tingkat pendidikannya semakin cerdik,” kata Farouk.

Sedangkan, penyalahgunaan yang disebabkan oleh lingkungan bisa diperbaiki dengan mengubah sistem rekruitment dan sistem manajemen. “Kita yidak bisa percaya lagi rekruitment sepenuhnya kepada polisi. Tapi mengikutsertakan lembaga yang bisa diakses publik serta lembaga pendidikan,” katanya. Hal ini sekaligus menghindari adanya kolusi-kolusi dan nepotisme dalam sisitem rekruitment kepolisian. Masalah kesejahteraan polisi juga tidak bisa diabaikan sebagai faktor adanya penyalahgunaan kekuasaan. “Namun bila sudah dinaikan sampai tingkat standar masih tetap melakukannya, walaupun dinaikan sampai berapapun tidak akan berpengaruh,” tambahnya.

Menurut survei PTIK tahun 2002, menemukan bahwa pemahaman paradigma kepolisian oleh anggota polisi masih rendah. Selain peranan atasan langsung yang masih sangat berarti bagi setiap anggota polisi. “Padahal paradigma seperti itu sudah lama diubah,” katanya. Dimana antara bawahan dan atasan harus terjalin komunikasi yang cukup dengan diskusi yang dilakukan bila terjadi permasalahan. “Tidak hanya di briefing tapi ada diskusi,” katanya.

Hal itulah menurutnya yang kurang, sehingga menyebabkan kejadian kekerasan di kampus UMI Makassar. Dimana kebanyakan yang melakukan pemukulan tersebut adalah para prajurit pendidikan tahun 1998-2001 dan sedikit pada tahun 2002. Dimana perubahan paradigma pendidikan polisi belum diubah.

Perubahan paradigma kepolisian yang signifikan pada tahun 2003 terletak pada keikutsertaan mereka dalam mengambil keputusan dengan adanya diskusi antara atasan dan bawahan. Disamping pelajaran menembak pada polisi diletakan pada akhir pendidikan. “Mereka sudah tidak dididik secara militeristik. Itu sudah dihilangkan sejak tahun 1999,” ujarnya. Sekarang ini, polisi bukan lagi sebagai alat negara, tapi sebagai social control agency.

Maria Ulfah – Tempo News Room





INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tim Komnas Tinjau Kampus UMI
Mabes Polri Belum Simpulkan Kebenaran Penembak Jitu di Ambon
Kapolres Jadi Tersangka Kerusuhan Manggarai
Kapolri Diminta Serahkan Tersangka Abepura
Try Sutrisno Mengaku Bertanggung Jawab Secara Moral
Polisi Tahan Enam Orang di Halmahera Barat
Walhi Laporkan Penembakan Warga di Maluku Utara
Warga Menilai Penggusuran 1983 Melanggar HAM
Komnas HAM Minta Pendudukan Pelatihan HAM di Aceh Diusut
Danjen Kopassus Bantah Anak Buahnya Lakukan Intimidasi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data