|
Nasional
Mahasiswa Trisakti dan Atmajaya Demo di Istana
Rabu, 12 Mei 2004 | 15:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 2.000 mahasiswa Trisakti dan Atmajaya siang ini melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara. Mereka meminta kepada Presiden Megawati Soekarnoputri untuk mengeluarkan Keppres tentang pengadilan HAM ad hoc Trisakti maupun Semanggi I dan II.
"Aksi ini juga dilakukan untuk memperingati peristiwa Trisakti 12 Mei enam tahun yang lalu," kata Tomy Satria Utama di depan Istana Negara, Rabu (12/5).
Menurut Tomy, pemerintah saat ini terkesan memberikan pengampunan bagi para pelaku kejahatan HAM demi kepentingan kekuasaan. Sementara Pansus DPR mengenai kasus Trisakti maupun Semanggi mengatakan tidak ada pelanggaran HAM dalam peristiwa tersebut.
"Karena itu kami menuntut dicabutnya keputusan Pansus DPR yang menyatakan tidak ada pelanggaran HAM dalam kasus Trisakti maupun Semanggi," kata Tomy.
Selama ini, kata Tomy, itikad baik keluarga korban kekerasan HAM mencari keadilan dengan cara diselenggarakannya pengadilan bagi penjahat HAM tidak diikuti dengan kemauan politik pemerintah. "Pemerintah seharusnya juga bertanggung jawab atas tegaknya hukum dan keadilan di negeri ini," katanya.
Aksi ini juga didukung Aliansi Korban Kekerasan Negara, Front Aksi Mahasiswa Semanggi, dan juga Front Perjuangan Pemuda Indonesia. Dalam aksi unjuk rasa ini dilakukan orasi-orasi yang meminta penuntasan kasus 12 Mei.
Akibat aksi ini jalan di depan Istana Negara saat ini ditutup. Para mahasiswa dalam melakukan aksi demonstrasinya memakai baju almamater Trisakti yang berwarna biru. Sementara itu Polres Jakarta Pusat menurunkan satu satuan setingkat kompi (SSK) kurang lebih 100 orang polisi untuk mengamankan jalannya aksi ini.
Muhamad Fasabeni - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|