|
Nasional
Tutut Alihkan Dukungan ke Wiranto
Rabu, 12 Mei 2004 | 10:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kubu Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) akan segera menyatakan dukungan untuk calon presiden dan wakil presiden dari Partai Golkar, Jenderal (Purn.) Wiranto-Salahuddin Wahid. Pengacara Elza Syarief, yang menjadi mediator usaha ini, menyatakan, Tutut akan membawa sembilan partai, termasuk Partai Karya Peduli Bangsa.
"Memang ini belum final, tapi 99 persen partai-partai itu akan bergabung ke Golkar. Ini demi NKRI (Negara Kesatuan RI)," kata Elza kepada Koran Tempo melalui telepon, Selasa malam. Ia menolak menyebutkan partai-partai itu, dengan alasan belum saatnya dibuka.
Elza menyatakan, usaha mempertemukan Tutut dengan Wiranto sudah dia lakukan sejak Ahad lalu. Dua anggota tim sukses Wiranto, yakni Fachrul Razi dan Suaidi Marasabessy, pun telah bertemu putri sulung mantan Presiden Soeharto itu. Menurut Elza, Tutut dan Wiranto bahkan telah secara intensif berkomunikasi melalui telepon.
Selain itu, kata Elza, Tutut juga sudah "berdamai" dengan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung, yang sempat dinilai berkhianat di akhir kekuasaan Soeharto. Keduanya sudah sering berkomunikasi melalui telepon. "Kami sedang atur pertemuan Mbak (Tutut) dan Pak Akbar," ia menambahkan.
Menurut Elza, deklarasi sembilan partai untuk mendukung Wiranto akan dilakukan dalam 2-3 hari ini. Ia menilai, pengumuman penting ini perlu dilakukan dalam suatu "seremonial yang baik". Tutut bahkan sudah menyebarkan SMS ke para pendukungnya, berisi ajakan untuk mendukung Wiranto.
Dalam SMS yang kemudian dikirimkan ulang ke Koran Tempo oleh Elza, Tutut menulis antara lain: "Saudara-saudaraku seperjuangan, setelah saya cermati, apabila saya maju, maka suara Golkar akan terpecah ke mana-mana, akhirnya saya memutuskan diri untuk tidak maju tapi mendukung pak Wiranto, selain itu karena kondisi Bapak yang sudah sepuh dan sakit, saya akan lebih banyak membantu merawat Bapak sebelum sesal menghampiri saya." (Kata-kata itu sengaja tidak diedit).
Suaidi Marasabessy yang dihubungi secara terpisah mengakui telah bertemu Tutut, Minggu lalu, atas undangan mantan Menteri Sosial itu. "Ya, kami bicara dalam konteks dukung-mendukung Pak Wiranto," ujarnya. Ia dan Elza kemarin juga terlihat berbincang serius saat deklarasi pasangan Wiranto-Yudhoyono di Komplek Bidakara, Jakarta.
Sekretaris Jenderal PKPB Ary Mardjono juga membenarkan rencana partainya untuk mendukung Wiranto. Namun, kata dia, keputusan soal ini baru akan diputuskan dalam rapat pleno pengurus pusat, besok. Ia mengharapkan, suara pendukung Tutut dan simpatisan partainya bisa "membantu menutup lubang hilangnya suara Golkar dalam pemilihan presiden".
Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Rully Chairul Azwar juga mengaku sudah mendengar kabar adanya rencana Tutut untuk mendukung Wiranto. Namun, ia mengaku tidak mengetahui kepastiannya. "Kami masih ingin menyelesaikan dulu (koalisi) dengan PKB," kata dia. Rully juga membenarkan, Partai Bintang Reformasi dan Partai Patriot Pancasila pernah menyatakan dukungan kepada Wiranto, tetapi belum resmi.
Sumber Tempo News Room menyebutkan, PBR, Partai Patriot, Partai Damai Sejahtera, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia, dan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan termasuk dalam daftar partai yang akan mendukung Wiranto. Satu yang sudah pasti adalah PPDK, yang berakibat keluarnya Andi Alifian Mallarangeng. "Saya tidak dapat menerima keputusan itu, dan jalan terbaiknya mundur," kata Andi dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.
Sementara itu, duet Wiranto-Salahuddin dideklarasikan dalam acara meriah. Para petinggi Partai Kebangkitan Bangsa tampak hadir, termasuk Ketua Dewan Syuro Abdurrahman Wahid. Para sesepuh Partai Golkar juga datang, di antaranya Harmoko dan Abdul Gaffur. Dai kondang Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) membacakan doa, seperti juga yang ia lakukan saat deklarasi Amien Rais-Siswono Yudhohusodo dan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.
Dalam pidatonya, Wiranto menyatakan hanya akan menjadi presiden untuk satu periode saja. "Saya yakin, pada periode berikutnya, masih banyak calon-calon lain yang lebih muda," ujarnya. Ia lalu memaparkan "Lima Akidah Utama Penyelamatan Bangsa", yang disebutnya kontrak sosial antara dirinya dan rakyat Indonesia.
Thontowi/Budi S/Eduardus/Dimas/Purwanto/Fajar/Cahyo - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|