Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

LSI: Hasil Jajak Pendapat Tidak Bisa Dipesan
Selasa, 11 Mei 2004 | 21:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengamat politik Denny J.A. membantah kabar tak sedap bahwa dia dan lembaga ini didesain menjadi bagian dari tim sukses calon presiden Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Lembaga jajak pendapat ini didirikannya bersama peneliti Saiful Mudjani dan Mohamad Qodari dengan dana bantuan pemerintah Jepang.

"Hasil beberapa jajak pendapat calon presiden memang menunjukkan kecenderungan responden memilih Susilo Bambang Yudhoyono. Apa yang kami lakukan hanya setia pada data itu," kata Denny lugas pada konferensi pers di Hotel Sari Pan Pasific, Selasa (11/5) sore.

Menurut Denny, bisa saja hasil jajak pendapat terakhir LSI yang dijadwalkan dilakukan dua minggu sebelum hari pemungutan suara pemilihan presiden dan akan diumumkan 3 Juli mendatang menunjukkan kandidat lain di posisi teratas. "Kalau misalnya nama Wiranto yang muncul dari data survei, dengan enteng saya akan katakan bahwa sesuai data; the next president is Wiranto," katanya sambil tertawa.

Kabar tentang afiliasi politik lembaga survei yang gencar melakukan jajak pendapat seputar pemilihan umum ini merebak pekan lalu di sebuah harian nasional. Selain dipicu selalu bertenggernya nama SBY --demikian Yudhoyono populer disapa-- di pucuk klasemen kandidat presiden terfavorit, belakangan Denny sendiri memang beberapa kali menemani Yudhoyono beranjangsana politik. Terakhir, Denny nampak mendampingi bekas Menteri Koordinator Politik dan Keamanan itu menemui cendekiawan muslim Nurcholish Madjid.

"Komitmen awal pendirian LSI memang membuka diri pada siapa saja publik yang meminta data hasil penelitian. Kebetulan saja kalau belakangan SBY yang sering mengundang kami," kata Denny. Selain itu, sebagai ilmuwan politik, doktor lulusan Ohio University, AS ini, mengaku memang terdorong untuk mengetahui informasi politik termutakhir dari tangan pertama.

Sebelum tuduhan sebagai tim humas SBY, sebelumnya Denny mengaku pernah juga dituding sebagai "orangnya Taufik Kiemas" karena sering nampak bersama suami Presiden Megawati itu. "Saya akui saya empat kali ke luar negeri bersama Taufik Kiemas dalam perjalanan khusus," katanya. Namun, tambah Denny, itu bukan berarti dirinya mengubah hasil jajak pendapat untuk menguntungkan Megawati atau PDI Perjuangan.

Saiful Mudjani menguatkan penjelasan Denny, dengan menyatakan bahwa LSI didirikan non-partisan dan sampai saat ini tidak pernah memperoleh bantuan dana sepeser pun dari partai politik atau kandidat presiden di Indonesia. "Penelitian kami justru ingin menyumbang data akademis untuk penelitian mengenai pemilih di Indonesia. Selain itu, memprediksi opini publik lebih awal adalah elemen penting di sebuah negara demokrasi, yang bisa membantu proses merumuskan kebijakan publik," kata Saiful panjang lebar.

Selain itu, proses penelitian di LSI, menurut Saiful, tidak memungkinkan sebuah polling bisa dipesan hasilnya. "Yang melakukan wawancara dengan responden adalah peneliti lapangan kita yang ada di 345 desa dan kota di setiap provinsi di Indonesia. Satu peneliti untuk satu desa atau kota," katanya. Data mentah itu lalu diserahkan pada tim peneliti lain yang melakukan tabulasi. "Jadi saya tidak memegang data itu sejak awal. Saya hanya menganalisa data hasil tabulasi," kata Denny dengan nada agak tinggi. "Analisa saya lalu diperiksa oleh peneliti LSI lainnya; Mohamad Qodari dan terakhir, Saiful Mudjani," katanya lagi. Jika analisa yang dia buat tidak berdasarkan data hasil survei, kata Denny, Qodari atau Saiful pasti akan mengoreksinya. "Kami semua mempertaruhkan kredibilitas akademis kami di sini," katanya.

Sejauh ini, menurut Denny, dibandingkan hasil jajak pendapat lembaga survei lain, akurasi polling LSI cukup baik. Prediksi urutan kemenangan Golkar, PDI Perjuangan, PKB, PPP sesuai hasil pemilu pun, kata dia, tidak jauh berbeda dengan hasil jajak pendapat LSI dua pekan sebelum hari pemungutan suara, 5 April silam.

Di akhir klarifikasinya atas isu miring itu, Denny mengaku sempat tak habis pikir mengapa kabar itu menerpa lembaganya. "Dana untuk lembaga ini nyaris saja dihentikan. Bayangkan bagaimana nasib 345 peneliti kami di pelosok desa di seluruh Indonesia? Apa yang menghembuskan isu ini tak berpikir sampai ke sana?" katanya.

Wahyu Dhyatmika - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

MK Tangani 257 Kasus Sengketa Hasil Pemilu
Kelompok Pendukung Amien Rais di Banyumas
DPRD Anggap Uang Purnabakti Terlalu Kecil
Agum Siap Mundur Dari Kabinet
Sidang Sengketa Suara PDS Ditunda
Wiranto Sinyalir Ada Pembunuhan Karakter
Duet Wiranto-Salahuddin Deklarasikan Pencalonan
SBY Lakukan Lawatan ke Daerah
SBY Akan Kunjungi Pondok Gontor
Mega-Hasyim Periksa Kesehatan
> selengkapnya...


Referensi

Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Perolehan Kursi Partai di DPR
Dana Kampanye Putaran Pertama Pemilu 2004
Sejarah Pemilu di Indonesia
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Perubahan Atas UU No. 3 Tahun 1999 Tentang Pemilu
UU RI No.12 Thn.2003 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, Dan DPRD
> selengkapnya...

Website

Situs PKS di Belanda
Situs PKS di Jepang
Partai Demokrat
Departemen Dalam Negeri
Info Pemilu
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [10]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data