|
Nasional
PPP Resmi Calonkan Hamzah Haz dan Agum Gumelar
Senin, 10 Mei 2004 | 22:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Rapat harian Pengurus Pusat PPP secara resmi memilih pasangan Hamzah Haz dan Menteri Pehubungan Agum Gumelar sebagai calon pasangan presiden dan wakil presiden. Keputusan itu diperoleh setelah pengurus PPP melakukan rapat marathon, Senin (10/5), sejak pukul 10.00 WIB hingga 21.30 WIB. Wakil Ketua Umum PPP Ali Marwan Hanan mengatakan, Agum telah menyatakan kesiapannya dan menandatangani kesediaanya untuk mendampingi Hamzah.
"Selesailah sudah drama pertanyaan siapa calon presiden dan wakil presiden PPP," kata dia kepada wartawan seusai rapat pengurus PPP di kediaman resmi Hamzah, Senin (10/5) malam. Menurut rencana, pasangan ini secara resmi akan dideklarasikan 12 Mei dan akan didaftarkan ke KPU pada hari itu juga. Menurut rencana, Lapangan Monas akan dipilih sebagai tempat deklarasi.
Sekretaris PPP Lukman Hakim Saefudin menambahkan, alasan dipilihnya Agum karena mantan Komandan Jenderal Kopassus ini dinilai mampu melengkapi kriteria yang telah dimiliki Hamzah. Selain itu, Agum juga dinilai mempunyai catatan karir dan kepemimpinan di pemerintah dan berbagai organisasi yang cukup baik. Dengan dipilihnya Agum, PPP mengharapkan akan mampu menaikkan citra partai. "Sekaligus bisa meningkatkan martabat partai," kata dia.
Selain itu, kata Marwan, Hamzah dan Agum juga sudah saling mengenal dan memahami kemampuan masing-masing karena selama ini bekerja sama dalam pemerintahan. Dengan dukungan pemilih loyal PPP sekitar sembilan juta orang ditambah kemungkinan dukungan kepada Agum, PPP yakin lolos putaran pertama pemilihan presiden. Ditambah lagi, PPP juga masih mengharapkan dukungan dari partai-partai Islam yang sebelumnya telah digalang melalui koalisi alternatif. Beberapa partai yang kemungkinan akan mendukung PPP antara lain Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bintang Reformasi, dan Partai Bulan Bintang.
Dengan dipilihnya Agum, sesuai dengan etika politik, dalam beberapa hari ini dia akan mengajukan pengunduran dirinya dari kabinet. ALimarwan menjamin, pengunduran diri Agum, tidak akan mengganggu kinerja pemerintahan. Hamzah sendiri, dengan posisinya sebagai wakil presiden, tidak mempunyai kewajiban untuk mundur.
Selain Agum, nama kandidat calon wakil presiden lain yang sempat beredar adalah mantan KSAD Jenderal Purnawirawan Tyasno Sudarto. Tyasno, Senin pagi sempat menemui Hamzah di kediaman pribadinya di Tegalan Matraman. Sesudah Tyasno, Agum menyusul bertemu Hamzah. Dalam pertemuan malam ini Agum didampingi Komisaris TVRI Dimas Wahab dan Sekjen Lemhanas, Wahab Mokodongan.
Sapto Pradityo - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|