Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

5 Ribu Anak TKI di Malaysia Tidak Sekolah
Senin, 10 Mei 2004 | 21:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar 5 Ribu anak dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia sampai saat ini tidak bisa mengenyam pendidikan, baik tingkat dasar, menengah apalagi perguruan tinggi. "Mereka hampir 5 ribu orang Idonesia di Sabah, tidak ada sekolah," kata Jacob di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jakarta, Senin (10/5).

Anak-anak TKI itu tidak bisa mengikuti pendidikan di negeri jiran tersebut karena undang-undang di sana memang tidak memperbolehkan masuk ke dalam sekolah pemerintah (negeri). Sementara jika masuk sekolah swasta biaya pendidikannya sangat tinggi. Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Malaysia berrencana membangun sekolah-sekolah untuk anak-anak TKI tersebut di perkebunan-perkebunan. "Kalau memang gurunya harus dari Indonesia, akan kita kirim," kata Jacob.

Untuk ini, akata Jacob, pemerintah Indonesia terus mengupayakan terrealisasinya upaya pembangunan sekolah tadi. Selain itu departemennya juga sudah berkoordinasi dengan Kementrian Kesejahteraan Rakyat. "Apalagi Menkokesranya sekarang Mendiknas, kan," uajrnya. Untuk memperlancar program pendidikan bagi anak-anak TKI tersebut, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia. Juga dengan Konjen di Kini Balu.

Sementara berapa guru yang dibutuhkan, Jacob mengatakan tinggal melihat rasio perbandingan antara jumlah anak yang ada dengan kecukupan dalam satu kelas. "Ya tinggal di bagi saja 5 ribu dengan 40 satu kelasnya. Kalau bisa kurang dari 40," tandasnya. Jumlah 5 ribu ini, lanjut Jacob, merupakan perhitungan kasar. Jumlah riilnya bisa jadi lebih dari itu.

Muchamad Nafi - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kepala Dinas Tenaga Kerja Jadi Tersangka
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Klaten Jadi Tahanan Kota
Kepala Dinas Tenaga Kerja Klaten Diperiksa
Tolak Temuan BPK, Depnakertrans Hanya Mengakui Penyimpangan 30 Juta rupiah


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data