|
Nasional
Dana Iklan KPU dan PDIP di Media Paling Besar
Minggu, 09 Mei 2004 | 21:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Selama Maret 2004, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menghabiskan dana sosialisasi dan kampanye lewat media terbesar dibandingkan instansi pemerintah partai politik lainnya. "Ini dari pantauan kami di seluruh media-media daerah," kata Koordinator Pemantauan Media dari International Foundation Electoral System (IFES), Yulianto 'David' Dewata kepada TNR, Minggu (9/5). Secara keseluruhan hasil pantauan IFES itu, total biaya iklan di media mencapai sekitar Rp. 166,852 miliar: penyelenggaran pemilu (Rp. 54,219 miliar), partai politik (Rp. 112,177 miliar) dan kandidat politik (Rp. 455,665 juta).
Dari pantauan itu diketahui, KPU menghabiskan sekitar Rp. 28,783 miliar untuk iklan di media. Instansi pemerintah lain yang juga beriklan di media adalah Lembaga Informasi Nasional dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Rp. 15,7799 miliar), Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Rp. 7,5484 miliar) dan Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Rp. 1,053 miliar).
Di antara parpol peserta pemilihan umum (Pemilu) 2004, PDIP yang paling banyak mengeluarkan dana iklan, yaitu sekitar Rp. 39.258 miliar. Selanjutnya, diikuti Partai Golkar (Rp. 21.725 miliar), Partai Karya Peduli Bangsa (Rp. 6.858 miliar), Partai Amanat Nasional (Rp. 6.854 miliar), Partai Demokrat (Rp. 6.257 miliar). Dalam daftar sepuluh besar parpol terbesar mengeluarkan dana iklan di media juga memasukkan Partai Persatuan Pembangunan, PK Sejahtera, PKB, Partai Bintang Reformasi dan Partai Persatuan Daerah. Di urutan bawah belanja iklan parpol di media mencatat, Partai Buruh Sosial Demokrat (Rp. 76.06 juta), Partai PNUI (Rp. 158,48 juta), Partai Pelopor (Rp. 169,995 miliar) dan Partai Merdeka (Rp. 206,92 miliar). Televisi adalah media yang paling banyak menelan dana iklan parpol, yaitu sekitar Rp. 75,434 miliar. Selanjutnya diikuti media cetak (Rp. 35,184 miliar) dan radio (Rp. 2,163 miliar).
Kandidat peserta politik terbesar yang membelanjakan dana iklan di media adalah calon anggota DPD dari Jawa Tengah sekaligus Pimpinan Harian Suara Merdeka, Budi Santoso yang menelan biaya Rp. 115,2 juta. Calon anggota DPD dari Jawa Barat, Sarwono Kusuma Atmadja menghabiskan biaya Rp. 80,125 juta untuk beriklan di media. Calon DPD dari DKI Jakarta Aberson Marche Sihaloho mengeluarkan biaya Rp. 70 juta, Siswono Yudo Husodo (Rp. 54 juta) dan calon DPD Jawa Tengah Nafisah Sahal (Rp. 51,03 juta). Masih ada calon DPD lain yang juga beriklan di media, seperti H.D. Sutisna, Andi Gani Nena Wea, Muhammad Rawi dan Biem Triani Benyamin S.
Sementara itu, lembaga swadaya masyarakat yang paling banyak beriklan di media adalah Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat dan JIL (Rp. 940 juta), Gerakan Perempuan Peduli Indonesia (Rp. 71.4 juta), Komite Independent Pemantau Pemilu (Rp. 22.7 juta) dan Koalisi Media, Seapa dan Kemitraan Parthnership (Rp. 21 miliar).
Purwanto - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|