Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kini Giliran Tutut Unjuk Gigi
Minggu, 09 Mei 2004 | 15:46 WIB

TEMPO Interaktif, Solo: Bursa calon presiden dan wakil presiden semakin marak saja. Setelah Mega-Hasyim, SBY-Kalla dan Amien-Siswono mendeklarasian diri, satu pasangan capres-cawapres yang selama ini nyaris tak diperhitungkan akan unjuk gigi pada Senin (10/5). Putri penguasa di masa orde baru, Siti Hardiyanti "Tutut" Rukmana bergandeng tangan dengan da'i sejuta umat, Zaenuddin MZ akan berduet untuk berebut kursi R1 dan R2. "Sudah 99,9 persen pasangan ini akan maju menjadi calon. Besok akan dideklarasikan di TMII," kata Ketua DPP Partai Bintang Reformasi (PBR) Zaenal Ma'arif, di Solo, Minggu (9/5).

Menurut Zaenal pencalonan Tutut-Zaenuddin merupakan hasil keputusan resmi PBR setelah melihat calon yang ada semuanya tidak layak dipilih sebagai pemimpin. Dikatakannya, duet yang diusung oleh PBR, PKPB dan PPNUI ini adalah calon alternatif. "Awalnya PBR melihat tidak ada calon yang layak, kemudian PBR mencari calon alternatif dan ada yang mengusulkan mbak Tutut, dengan alasan agar Mega tidak kesepian karena menjadi calon perempuan sendiri," kata Zaenal.

Mencalonkan putri Soeharto, kata Zaenal, PBR tidak khawatir dicap sebagai pendukung orde baru. Karena hampir seluruh tokoh politik di Indonesia adalah bagian dari orde baru. Selain itu, tidak ada larangan terhadap orang-orang orde baru untuk dicalonkan. "Semua capres dan cawapres yang ada, juga orang-orang orde baru, bahkan lebih orde baru," kata Zaenal.

Dipilihnya Tutut sebagai calon presiden, menurut Zaenal, juga dilatarbelakangi adanya putusan Mahkamah Konstitusi yang mempersilahkan bekas orang-orang komunis menjadi calon presiden dan wakil presiden. Dengan adanya keputusan itu, berarti tidak ada alasan lagi untuk memberikan stigma buruk kepada siapapun. "Bekas PKI saja boleh, kok putri Soeharto tidak boleh?" kata Zaenal.

Dengan modal 12 kursi legislatif, PBR yang mengantongi perolehan suara 2,44 persen memang tinggal membutuhkan dukungan 0,6 persen agar dapat mengajukan capres dan cawapres sebagaimana ditentukan aturan peralihan UU 23/2004. Ditambah dengan perolehan yang mendapatkan suara PKPB sebesar 2,11 persen dan tambahan dukungan dari PPNUI dan PPDK, batasan minimal 3 persen terlampaui. "Dengan dukungan sekitar enam persen, modal untuk mengajukan mbak Tutut dan Pak Zainudin sudah cukup modal untuk maju dalam persaingan pilpres mendatang, termasuk bersaing dengan pasangan Megawati-Hasyim Muzadi sekali pun," kata Zaenal.

Imron Rosyid - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pasangan Amien-Siswono Dideklarasikan
Gus Dur dan Tim 9 PKB Bertemu Kyai Khos
Duet Gus Dur-Sophan Didaftarkan Senin
Golkar Bahas Cawapres Malam Ini
Aliansi Partai Siapkan Pasangan Capres Alternatif
PWNU Jateng Tak Dukung Hasyim Muzadi
Kalla Minta Dukungan ke Pesantren
PKB Tetap Daftarkan Gus Dur
GP Anshor DIY Minta Hasyim dan Solahuddin Mundur
23 Parpol Ajukan Gugatan ke MK
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Perolehan Kursi Partai di DPR
NU Versus NU
Electoral Threshold
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Perubahan Atas UU No. 3 Tahun 1999 Tentang Pemilu
UU RI No.12 Thn.2003 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, Dan DPRD
> selengkapnya...

Website

Situs PKS di Belanda
Situs PKS di Jepang
Partai Demokrat
Departemen Dalam Negeri
Info Pemilu
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [5]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data