|
Nasional
Pasangan Amien-Siswono Dideklarasikan
Minggu, 09 Mei 2004 | 15:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Disaksikan ribuan orang yang memadati Gedung Joeang, Jakarta, Minggu (9/5), Amien Rais dan Siswono Yudhohusodo mendeklarasikan pencalonan mereka sebagai calon presiden dan wakil presiden. Pencalonan kedua pasangan yang disebut Dien Syamsuddin mewakili dua arus utama masyarakat Islam-Nasionalis, itu juga dihadiri beberapa tokoh nasional dan agama, seperti wartawan senior Rosihan Anwar, Faisal Basri, Kyai Abdullah Gymnastiar, Mukhtar Pakpahan, Slamet Rahardjo Jarot, Sukmawati Soekarnoputri, Rahardjo Tjakraningrat dan Haryanto Taslam. Juga hadir para artis seperti Dorce Gamalama, Ratih Sanggarwati, Ida Leman, Astri Ivo, Ozi Syahputra, Frangky Sahilatua dan beberapa anggota grup Slank.
"Inilah dwi tunggal masa depan Indonesia," kata Dien, salah seorang anggota tim sukses Amien Rais. Amien dipandang sebagai tokoh Islam yang memiliki nasionalisme tinggi dan Siswono sebagai tokoh nasionalis yang dalam dirinya mengalir semangat keagamaan tinggi.
Siswono mengatakan, dirinya menyadari masalah di Indonesia sangat berat, seperti ancaman integrasi bangsa, dekadensi moral, penyelundupan, illegal logging, pencurian ikan, membengkaknya utang luar negeri, meningkatnya impor pangan dan kemerosotan yang ditandai dengan membengkaknya pengangguran. "Saya pertimbangkan betul, apakah saya pantas (mencalonkan diri)," kata Siswono dalma pidatonya usai deklarasi. Sehingga kemudian dirinya memandang, yang terbaik adalah maju sebagai cawapres mendampingi Amien.
Sementara itu, Amien mengatakan, semoga republik ini tidak lagi menjadi bangsa kuli dan kuli di tengah bangsa. Dirinya juga berjanji akan membangun Indonesia dengan damai, walau banyak perbedaan. Diantara banyak janji yang diucapkannya, terdapat satu janji terhadap insan pers, "demokrasi harus disemai dan dijaga menjadi bangsa yang pluralis yang tidak memasung kebebasan pers".
AA Gym yang juga ditodong untuk memberikan pidato sebelum pembacaan doa mengatakan, kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden bukan tujuan, tapi harus penegakan kelurusan hati. "Memperbaiki bangsa ini tidak seperti membalikkan tangan," kata AA Gym yang disambut teriakan setuju dari hadirin.
Istiqomatul Hayati -Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|