Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Aliansi Partai Siapkan Pasangan Capres Alternatif
Sabtu, 08 Mei 2004 | 20:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Aliansi multipartai tengah menyiapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden alternatif. Pasangan yang sudah dibahas adalah Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Salahuddin Wahid dan Ketua Umum Partai Pelopor Rachmawati Soekarnoputri.

Aliansi ini terdiri dari 12 partai politik, di antaranya Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasional Banteng Kemerdekaan, Partai Perhimpunan Indonesia Baru, dan Partai Pelopor.

Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Abdurrahman Wahid mengakui telah meminta adiknya Gus Solah untuk menjadi calon presiden dari aliansi multipartai. Alasan permintaan Gus Dur karena Gus Solah telah berjanji akan melaksanakan demokratisasi di Indonesia. "Itu janjinya kepada saya," kata Gus Dur seusai bertemu dengan aliansi di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Sabtu (8/5) malam.

Namun belum dapat dipastikan apakah pasangan alternatif ini resmi dicalonkan dari aliansi multipartai. Ditegaskannya, ada dua paket pasangan alternatif yang masih dalam perdebatan di aliansi. Keputusan akhir pasangan alternatif akan diumumkan besok malam pukul 19.00 di rumah Ketua Partai Bintang Reformasi Ade Daud Nasution.

Gus Dur sendiri menyetujui dua paket yang telah diajukan aliansi. "Setuju saja. Tidak pakai alasan," katanya ketika ditanya alasan persetujuannya atas dua paket ini.

Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai Nasional Banteng Kemerdekaan Eros Djarot mengatakan satu paket pasangan lainnya adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai calon presiden dan Aburizal Bakrie sebagai calon wakil presiden. Kedua nama ini merupakan peserta konvensi Partai Golkar. "Tapi itu masih proses," ujarnya.

Diakuinya, baik Sultan maupun Aburizal sudah mengemukakan pendapatnya mengenai pencalonan ini. Namun Eros tidak mengatakan pendapat kedua calon tersebut. Dirinya juga sudah membicarakan pencalonan calon presiden kepada Gus Solah melalui telepon.

Gus Dur menegaskan dirinya tidak akan ikut serta dalam pemungutan suara yang diadakan aliansi partai besok malam. Alasannya dirinya tengah membawa nama PKB dan aliansi multipartai. "Saya memakai baju dobel," ujarnya. Gus Dur sendiri hanya akan menerima keputusan yang dihasilkan besok malam.

Eros menambhkan, ada tiga nama calon wakil presiden alternatif lainnya, yakni Ketua Partai Demokrasi Kebangsaan Ryaas Rasyid, Eros Djarot, dan Ketua Partai PIB Sjahrir. Ketiga nama ini akan diajukan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atas dua paket yang diajukan sebelumnya. Rencana ini pun, menurutnya, juga telah disetujui oleh Gus Dur. Alasan Gus Dur, dirinya tidak menginginkan terjadi stagnasi kepemimpinan.

Gus Solah, menurut Eros, lebih memilih menjadi calon presiden dari aliansi karena merasa nyaman. "Bukannya tidak menghargai tawaran Golkar," ujarnya. Diakuinya, Gus Solah menerima tawaran ini karena desakan aliansi multipartai yang dinilai tinggi dan kuat. Tadi pagi, Gus Solah dan Rachmawati juga telah menemui Gus Dur untuk membicarakan pencalonan mereka. Saat itulah Gus Dur merestui pasangan ini.

Restu Gus Dur ini membantah pernyataan bahwa Gus Dur dinilai memblok aliansi. Sebaliknya, kata Eros, Gus Dur malah mendukung keputusan aliansi.

Agriceli - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

PWNU Jateng Tak Dukung Hasyim Muzadi
Kalla Minta Dukungan ke Pesantren
PKB Tetap Daftarkan Gus Dur
GP Anshor DIY Minta Hasyim dan Solahuddin Mundur
23 Parpol Ajukan Gugatan ke MK
Capres dan Cawapres PKB Ditentukan Besok
Parpol Datangi Mahkamah Konstitusi
PKPI Dukung Duet SBY-Kalla
Wiranto-Gus Solah Bahas Kabinet Bayangan
Upaya Mahasiswa 'Menculik' Gus Dur Gagal
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Perolehan Kursi Partai di DPR
NU Versus NU
Electoral Threshold
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Perubahan Atas UU No. 3 Tahun 1999 Tentang Pemilu
UU RI No.12 Thn.2003 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, Dan DPRD
> selengkapnya...

Website

Situs PKS di Belanda
Situs PKS di Jepang
Partai Demokrat
Departemen Dalam Negeri
Info Pemilu
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [0] komentar


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data