|
Nasional
PBB Hapus Yayasan Haramain Dari Daftar Terorisme
Jum'at, 07 Mei 2004 | 19:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa baru-baru ini menghapus yayasan milik Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid dari daftar lembaga yang terkait terorisme internasional.
Hidayat mengatakan, penghapusan Yayasan Lembaga Pelayanan Pesantren dan Studi Islam Al-Haramain itu sebenarnya tidak dilakukan pada 12 Maret 2004, atau dua minggu setelah pimpinan lembaga itu meminta Duta Besar Amerika Serikat Ralph Boyce mendesak PBB agar mencabut dari daftar lembaga yang terkait terorisme.
Menurut Hidayat dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (7/5) sore, dia baru menerima rilis penghapusan dari daftar oleh Dewan Keamanan PBB itu pada Selasa (4/5) lalu. Salinan rilis yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB ini diperoleh dari Departemen Luar Negeri.
"Seandainya sudah dikirim jauh hari sebelum pemilu, maka perolehan PKS bisa berlipat-lipat," kata dia. Dia memberikan alasan isu terorisme telah digunakan partai lain untuk menggembosi suara PKS.
Hidayat mencontohkan, di beberapa daerah isu terorisme ini menjadi alat ampuh bagi kompetitor menjatuhkan suara PKS. Di daerah Kalimantan Barat misalnya, masyarakat yang semula simpatik menjadi ketakutan ketika dihembuskan isu Hidayat berasal dari suku yang tengah bertikai di daerah itu. "Padahal saya ini asli Jawa," ujarnya.
Beberapa daerah lainnya, dia mencontohkan, suara PKS melorot, seperti di Pantura, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat akibat isu terorisme itu. Contoh konkretnya adalah Indramayu yang tidak mendapatkan satu kursipun baik di DPRD tingkat I maupun tingkat II.
Menurut dia, ada jenis daerah yang tergolong daerah yang rasional dan tradisional. Ketika isu itu muncul, masyarakat yang rasional segera menjauhi PKS, sedangkan daerah tradisional selalu menganggap terorisme bukan bagian dari ahli sunnah wal jamaah dan jauh dari islam. "Karena itu harus dijauhi," ujarnya.
Meskipun Hidayat mengaku kesal dengan cap terorisme itu, tapi dia menyatakan rilis yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB ini telah membuktikan bahwa lembaganya tidak terkait dengan lembaga teroris manapun di dunia. Apalagi aktivitas Al Haramain terpusat pada pemberdayaan dan peningkatan kualitas pesantren di samping menerbitkan buku-buku pendidikan islam. Ia juga memberikan apresiasi tinggi pada PBB yang bersedia mengoreksi keputusannya yang salah.
Hidayat berharap rilis ini bisa membersihkan fitnah yang dirasakan PKS. "Kami berharap publik nyaman berkomunikasi dengan kami, karena isu terorisme itu sangat menakutkan," kata dia. Hidayat saat itu juga mengingatkan pada pihak manapun terutama PBB agar tidak lagi membuat laporan yang belum tentu kebenarannya.
Istiqomatul Hayati - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|