|
Nasional
PKS Akan Gelar Fit and Proper Test
Jum'at, 07 Mei 2004 | 19:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan melakukan fit and proper test terhadap pasangan capres dan cawapres yang akan bertanding ddalam pemilihan presiden 5 Juli mendatang.
Tes uji kelayakan ini akan dilakukan PKS bersama lembaga swadaya masyarakat, mahasiswa dan wartawan serta lembaga independen lainnya. Menurut Presiden PKS Hidayat Nurwahid, pembahasan mengenai uji kelayakan ini baru akan dilakukan, Rabu (12/5).
Menurut dia, dengan uji kelayakan ini, bisa didapatkan gambaran proporsional tentang capres dan cawapres yang akan berlaga. Pada tes nanti, PKS akan melibatkan kaum profesional. "Tesnya menyangkut masalah politik, pertanian, keagamaan, ekonomi dan hal-hal lain yang menyentuh masyarakat," kata dia kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/5).
Sebagai partai kader, kata dia, dalam tes uji kelayakan nanti para pasangan capres dan cawapres harus melakukan presentasi. Bagaimana dengan pasangan yang menolak fit and proper test? "Akan ketahuan kualitasnya," kata dia.
Hidayat menambahkan sebagai lembaga publik, PKS berhak melakukan uji kelayakan itu. Mestinya, pasangan capres dan cawapres bisa memanfaatkan momen itu untuk meraup suara dari warga PKS yang berjumlah delapan juta melalui rekomendasi yang diberikan pimpinan PKS.
Hingga kini, kata Hidayat, partainya belum memberikan rekomendasi kepada pasangan siapapun. Alasannya, hingga kini belum ada capres dan cawapres resmi terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Tentang aliansi antara PKB dengan PPP, sikap PKS, Hidayat menyatakan dukungan, karena akan terbentuk aliansi yang reformis, demokratis dan islamis. Dia berharap, aliansi partai-partai Islam ini akan membangun aliansi keumatan dan kebangsaan. "Juga menjadi aliansi alternatif karena tidak akan berhenti di PKB dan PPP saja," ujarnya.
Bagaimana kalau dia dicalonkan oleh aliansi partai Islam? Hidayat dengan tersenyum mengatakan usulan itu memang ada. "Tapi kami akan katakan terimakasih dengan menolak," ujarnya. Seperti dikatakannya, majelis syuro tidak akan mencalonkan kadernya sebagai capres dan cawapres.
Istiqomatul Hayati - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|