|
Nasional
Lima Partai Serahkan Rincian Dana Kampanye ke KPU
Kamis, 06 Mei 2004 | 19:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sejumlah partai politik telah menyerahkan saldo akhir dana kampanye mereka ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), sampai Kamis (6/5) Mereka adalah PDI Perjuangan, Partai Damai Sejahtera, Partai Golkar, Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Amanat Nasional.
Berdasarkan data KPU, selama kampanye legislator lalu, PDI Perjuangan memperoleh dana kampanye Rp 111,084 miliar dari sumbangan perorangan dan badan hukum. Dari perorangan saja diluar DPD Provinsi DKI, partai ini
memperoleh sumbangan Rp 105,529 miliar. Sumbangan melalui DPD besarnya mencapai Rp 5,554 miliar. Sedangkan, untuk sumbangan dari badan hukum, mendapat Rp 90 juta.
Sumbangan ke PDI Perjuangan dalam bentuk uang tunai Rp 108,566 juta. Sedangkan, dalam bentuk barang Rp 2,375 miliar dan jasa Rp 420 juta.
Dari dana sebesar itu, PDI Perjuangan menggunakannya untuk kampanye sekitar Rp 108 miliar. Saldo awal Rp 10 juta dari PDI Perjuangan ini memperoleh tambahan dari PT Ruhaak Phala Industri dan sumbangan perorangan seperti, Tarmiza Saleh, Tommy Sukardjo, Toman Hutabarat,
dan Waliwan Wadoyo yang masing-masing menyumbang dalam bentuk barang. Dalam bentuk jasa, bantuan datang dari Susilo, Terry Soesilo dan TH Butar-Butar yang besarnya setara Rp 100 juta dan Rp 70 juta.
Dari DPP PDI Perjuangan, Roy BB Janis, Sabam Sirait, Soekardjo Diran, Aries Munandar masing-masing menyumbang Rp 100 juta. Sedangkan, nama Megawati Soekarnoputri dan Taufik Kiemas tidak disebut menyumbang ke partai tersebut.
Partai Golkar, juga telah menyerahkan rincian dana kampanyenya. Dari saldo awal Rp 2 juta golkar mampu mengumpulkan dana kampanye Rp 754,747 juta.
Dana awal diperoleh dari DPP Golkar. Sedangkan sumbangan datang dari 27 badan usaha dan 658 perorangan. Badan usaha yang menyumbang ke partai beringin ini
antara lain, PT. Permadani Telekosult Pratama, Permadani Propertindo Dev., Dwigatra Nusa, Ciptakarsa Mandiri, Wahana Paramitra Mandiri, Jatayu Angkasa, PT Dirgantara, dan Expresindo.
Sedangkan nama-nama di DPP seperti Akbar Tandjung, Agung Laksono, dan Theo L Sabuega ada dalam daftar penyumbang.
Partai lain yang melaporkan dana kampanye ini adalah PDS. Tetapi, dari data yang diserahkan PDS ke KPU ternyata merupakan dana partai, bukan dana kampanye. Dalam laporan PDS itu disebutkan saldo awal partai Rp 37 juta dan saldo akhirnya, tidak jauh berbeda.
Sedangkan, dana kampanye partai ini Rp 36,343 juta.
Sumbangan dari luar berasal dari sebuah badan usaha Gerizimindo Money Changer dan beberapa sumbangan
perorangan saja. Total dana kampanye PDS mencapai Rp 1,605 miliar.
Sementara itu, PAN juga menyerahkan rincian dana kampanye yang besarnya Rp 15,534 miliar. Dana awal partai ini Rp 503,7 juta. Sedangkan, tambahan dana berasal dari lima badan usaha dan sumbangan perorangan. Selain itu, DPP PAN
juga memperoleh subsidi dari pemerintah yang besarnya Rp 6 Miliar. Badan usaha yang menyumbang ke PAN adalah PT Arthindo Utama, PT Madala Giri Mitra, PT Kharisma Alam, PT Hudaya Safari Travel dan PT Dana Mas Mitra Inti. Mereka menyumbang antara Rp 750 juta hingga Rp 500 juta.
Partai terakhir yang telah menyerahkan rekening akhir dana kampanye ini adalah PKPI. PKPI mempergunakan dana kampanye Rp 525 juta, yang diperoleh dari sumbangan satu badan usaha, yaitu PT Bayu Cipta Sarana dan tujuh subangan perorangan. Adapaun sumbangan perorangan datang dari Edy Sudrajat, Tatto S. Pradjnegara, Julius
K., Udju S. Dinata, Samuel Samson, dan Albert Bannaek.
Purwanto - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|