|
Nasional
Inilah Pertanyaan untuk Ba'asyir
28 April 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Berikut sebagian dari 40 pertanyaan yang diajukan pihak polisi kepada Amir Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Baasyir.
1. Apakah ustad kenal dengan Masduki, Alm Abdullah Sungkar, kapan, dimana, dan dalam hubungan apa?
2. Apakah ustad kenal dengan Encep Nurjaman alias Hambali, Mutarman alias Abu Daud, Thoriquddin alias Abu Rusydan, Mustofa alias Abu Daud, Ahmad Haikal alias Saad? Kalau kenal, kapan, dimana, dan dalam hubungan apa?
3. Apakah ustad kenal dengan Muklas alias Ali Gufron, Agung, Sahroni alias Abu Irsyad, Nasir Abbas alias Khoeruddin? Kalau kenal, kapan, dimana, dan dalam hubungan apa?
4. Apakah ustad kenal dengan Wan Min Wan Mat, M.Rozi alias Amrozi, Mubaroq alias Hutomo Pamungkas, Imam Samudra alias Abdul Aziz, Dr.Azahari dan Noor Din M.Top? Kalau kenal, kapan, dimana, dan dalam hubungan apa?
5. Penyidik memperlihatkan fotokopi sebuah buku yang pada halaman depan bertuliskan Pedoman Umum Perjuangan Al-Jamaah Al Islamiyah (PUPJI). Di bawah tulisan tersebut terdapat tulisan dikeluarkan oleh Majelis Ziyadah Matasiyah Al-Jamaah Al Islamiyah dan pada sudut kiri atas terdapat tulisan 1412 H/30 Mei 1999. Mengertikah ustad apa maksud dan tujuan dari PUPJI?
6. Siapakah Majelis Ziyadah Matasiyah yang dimaksud?
7. Berisikan apa saja PUPJI tersebut serta apakah ustad turut menyusun PUPJI dan dimana PUPJI tersebut dibuat?
8. Apa hubungan antara PUPJI dengan JI dan untuk tujuan apa PUPJI dibuat?
9. Pada kunjungan ke ustad, Amrozi dengan disaksikan Mubarok menyampaikan kepada ustad bahwa ada pekerjaan baru. Apa maksud dari kalimat tersebut? Apakah Amrozi memiliki pekerjaan atau usaha di Bali?
10. Pada Agustus 2000 ustad hadir dalam pertemuan tingkat Mantiqiah II yang dipimpin ketuanya Abu Faqih dan dihadiri seluruh wakalah yang dilaksanakan di puncak Bogor. Siapa yang mengundang ustad, apa tujuan pertemuan tersebut, mengapa ustad diundang dan apa kapasitas ustad dalam pertemuan tersebut?
11. Pada pertemuan itu salah satu kelompok yang dibentuk adalah untuk membahas masalah khusus kedudukan dari ustad selaku amir MMI dan kelompok itu telah merekomendasikan kepada ustad untuk mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Mengapa pertemuan itu membahas jabatan ustad sebagai amir MMI?
12. Apakah kedudukan struktur Mantiqiah II di bawah MMI atau JI?
13. Penyidik memperlihatkan fotokopi selembar surat pengantar laporan nomor A/15/S III/12/20 tanggal 31 Maret 2000 yang bertuliskan kepada Asy-syekh Abdus Somad yang ditandantangani HAbib Ahmad alias Mustofa dan Abu Ammar alias Ziad selaku faqih mengenai hasil pelatihan di kamp militer hudaibiyah Moro Filipina.
Siapa yang dimaksud dengan syekh Abdus Somad dan mengapa hasil pelatihan itu dilaporkan?
14. Pada bagian akhir surat terdapat harapan semoga laporan ini penting bagi evaluasi dalam membangun kekuatan. Apa maksud dan tujuan membangun kekuatan?
15. Siapa yang bertanggungjawab dalam membangun kekuatan dan apa yang harus dilakukan dalam membangun kekuatan tersebut?
16. Sekitar akhir 1999/awal 2000, ustad hadir dalam penutupan pelatihan di kamp Hudaibiyah dimana Mustofa menjadi inspektur upacara dan Nasir Abbas menjadi komandan upacara. Pada saat itu ustad melakukan pengecekan terhadap para kader dan pada bagian akhir memberikan nasihat. Siapa yang mengundang ustad dan mengapa ustad melakukan pengecekan terhadap para kader?
17. Siapa yang mengirim para kader dan apakah para kader tersebut berasal dari Indonesia?
18. Apakah kepergian ustad ke kamp Hudaibiyah, Moro, dilengkapi dokumen imigrasi?
19. Apakah pemberian materi perakitan bom untuk melakukan pengeboman bila diperlukan seperti bom Bali dan Marriot?
20. Sekitar 2001 ustad memanggil Nasir Abbas dan menyuruhnya ke pesantren Ali. Apa maksud pemanggilan tersebut?
21. Sekitar April/2002 Nasir Abbas dan Mustofa berkunjung ke kediaman ustad di Ngruki untuk melaporkan secara lisan perkembangan kam Hudaibiyah. Mengapa perkembangan tersebut dilaporkan kepada ustad, siapa pengelola kamp Hudaibiyah dan apakah kamp tersebut merupakan sarana untuk membangun kekuatan JI?
Faisal Assegaf - Tempo News Room
|