Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Ba'asyir Tidak Tandatangani BAP
28 April 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Amir Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba'asyir tidak menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) seusai pemeriksaan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba yang dilakukan tim penyidik dari Markas Besar Polri, Rabu (28/4).

"Saya akan diam, tidak mau menjawab, dan saya tidak mau tandatangan," ujar Ba'asyir kepada tim penyidik, seperti ditirukan sumber Tempo News Room. Dia menambahkan dirinya tidak bersedia disidik karena haram hukumnya. Dan dia membantah sikapnya itu bertentangan dengan undang-undang.

Pemeriksaan terhadap Ba'asyir dimulai pukul 09.00 WIB oleh tiga penyidik. Pemeriksaan berlangsung di ruang aula Rutan Salemba. Selain tiga orang penyidik, hadir pula anggota lainnya dari Polri dan 20 orang pendukung Ba'asyir termasuk tim kuasa hukumnya, seperti Mohamad Assegaf, Mahendradatta, Achmad Michdan, Achmad Chalid, Munarman, Muhamad Ali, dan Lutfi Hakim.

Dalam pemeriksaan tersebut Ba'asyir menggunakan setelan baju koko krem dipadu sarung dengan motif kotak-kotak hijau, sorban hijau dan peci putih.

Lebih lanjut Ba'asyir menjelaskan penolakannya menjawab pertanyaan penyidik adalah haram. Pasalnya, kata dia, pemeriksaan ini berdasarkan tekanan Amerika Serikat. Jadi, kata dia, pemeriksaan ini merupakan perbuatan maksiat yang dimurkai Allah karena hanya menyenangkan Amerika Serikat.

Dia menegaskan pula dirinya yakin pemeriksaan yang dilakukan polisi dalam rangka melayani pemerintah Amerika Serikat dalam usahanya menghambat kegiatan dakwahnya di Indonesia. Dia juga yakin secara langsung maupun tidak langsung, sadar maupun tidak sadar, polisi merupakan perpanjangan tangan dari Washington. "Saya akan berbicara nanti kalau memang akan dilanjutkan di pengadilan," tegas dia.

Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Solo itu hanya bersedia menjawab pertanyaan seputar identitas pribadinya. Pertanyaan yang dimaksud adalah nama, nama ayah, umur, tempat dan tanggal lahir, pendidikan dan alamat.

Materi pemeriksaan antara lain mengenai kenal tidaknya Ba'asyir terhadap sejumlah nama, antara lain Masduki, almarhum Abdullah Sungkar, Encep Nurjaman alias Hambali, Mutarman alias ustad Daud, Thoriquddin alias Abu Rusydan, Mustofa alias Abu Daud, Ahmad Haikal alias Saad, Muklas alias Ali Gufron, Agung, Sahroni alias Abu Irsyad, Nasir Abbas alias Khoiruddin, Wan Min Wan Mat, M.Rozi alias Amrozi, Mubarok alias Hutomo Pamungkas, Imam Samudera alias Abdul Aziz, Dr.Azahari, dan Noor Din M.Top. "Kapan, dimana, dan dalam hubungan apa (anda kenal)," tanya penyidik kepada Ba'asyir.

Penyidik juga menanyakan beberapa bagian dari isi buku yang berjudul pedoman umum perjuangan Al-Jamaah Al Islamiyah (PUPJI) yang diterbitkan pada 30 Mei 1996. "Mengertikah ustad apa maksud dan tujuan dari PUPJI," tanya penyidik.

Ba'asyir juga dimintai keterangannya soal kehadiran dirinya dalam penutupan pelatihan kader JI di kamp Hudaibiyah, Moro, Filipina Selatan. Serta seputar pelatihan militer tersebut. Dia juga ditanya soal pertemuan tingkat Mantiqiah II yang dipimpin Abu Faqih di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat pada Agustus 2000.

Menurut Achmad Chaliq, materi pemeriksaan hampir sama persis dengan yang ditanyakan terhadap Ba'asyir di pengadilan beberapa waktu yang lalu. "Kecuali soal pertemuan di Bogor," kata dia kepada wartawan seusai pemeriksaan.

Menurutnya Ba'asyir terlihat santai dalam menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih 1 jam 15 menit sejak pukul 09.00 WIB. Dia menambahkan seluruh pertanyaan diajukan oleh Komisaris Polisi Achmad Sabri. Tim penyidik tiba di Rutan Salemba kurang lebih pukul 06.30 WIB.

Achmad menyatakan dirinya tidak mengetahui apakah tim penyidik akan kembali melakukan pemeriksaan. Menurutnya kemungkinan itu masih tetap ada.

Faisal Assegaf - Tempo News Room


Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Polisi: Bungkamnya Abu Bakar Ba'asyir, Merugikan
MUI dan Ormas Islam ke Mabes Polri
Mabes Polri Periksa Ba'asyir Besok
Pemeriksaan Ba'asyir Terancam Batal
Pengacara Ba'asyir Belum Terima Surat Panggilan

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data