Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Halaqah NU Setuju Hasyim Jadi Cawapres
28 April 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Peserta Halaqah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama memutuskan mendukung Ketua PB NU KH Hasyim Muzadi untuk maju sebagai calon wakil presiden dalam pemilihan presiden 5 Juli. Keputusan ini dilakukan secara aklamasi di Hotel Somerset, Surabaya, kemarin.

Ketua Pengurus Wilayah NU KH Ali Maschan Moesa, yang memimpin sidang, mengatakan, keputusan Halaqah akan menjadi rekomendasi yang akan disampaikan kepada PB NU. Menurut Ali, suara kiai sudah bulat mendukung Hasyim sebagai calon wakil presiden. "Dengan siapa, terserah Hasyim," katanya.

Hasyim sendiri secara tidak langsung menyatakan siap jika dilamar sebagai wakil presiden. Dan tampaknya tawaran Wiranto dari Golkar yang akan disambutnya. Ia mengatakan, dirinya akan menunggu keputusan Partai Golkar hari ini. "Besok pagi (hari ini) Golkar akan memberitahu secara resmi, setelah itu baru (saya) bisa menjawab," katanya ditanya tentang kesediaannya mendampingi Wiranto setelah menutup Halaqah kemarin malam.

Keputusan para alim ulama NU dalam Halaqah itu sendiri menegaskan adanya perpecahan di kalangan NU soal pencalonan presiden dan wakilnya. Pekan lalu, dalam forum ulama di Pesantren Buntet, Cirebon, dan dilanjutkan di Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah, sejumlah kiai khos NU menegaskan hanya mendukung Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Abdurrahman Wahid sebagai calon presiden dari kalangan NU. Untuk posisi wakil presiden, para ulama di Bagu menyerahkannya kepada Wahid.

Secara terpisah, kemarin Wahid mengatakan, putusan itu bisa membahayakan NU. "Ditawarkan itu kalau ada yang mau, kalau nggak ada, gimana? Kalaupun ada yang mengambil dia (Hasyim), itu urusannya dan partai itu, bukan urusan saya," ucapnya. Ia tak menyetujui Hasyim sebagai calon apa pun. Saat ditanya kemungkinan dirinya bergandengan dengan Hasyim, Gus Dur hanya menjawab, "Maling dan polisi tidak akan pernah bersatu."

Gelagat penolakan Wahid atas ide pencalonan Hasyim sesungguhnya sudah lama terdengar. Hal ini diungkapkannya lagi kepada Wiranto saat bertemu di ruang VVIP Bandara Juanda, Surabaya, kemarin. Dalam pertemuan 10 menit itu keduanya menyinggung soal koalisi Golkar dan NU. Wiranto sempat meminta Wahid menyetujui nama-nama calon wakil presiden dari NU bagi dirinya. "Saya bilang untuk apa? Wong saya sendiri saja belum jelas posisinya," kata Wahid.

Wahid sendiri kemarin sore menegaskan, ia dan PKB tidak akan menggandeng calon wakil presiden dari militer. "Saya jamin itu tidak akan terjadi," katanya.

Meski menolak berpasangan dengan calon wakil presiden dari militer, Wahid menegaskan, ia tidak mengambil posisi berhadapan dengan militer atau kepolisian sebagai institusi. "Saat ini saya tidak mengajak militer untuk menegakkan civil society," ujarnya seraya menegaskan PKB akan mendukung sikapnya ini.

L Sita Planasari A/Adi mawardi/Sunudiantoro – Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
Besok, Wiranto Diperiksa Kesehatan Rohani dan Jasmani
12 Caleg Riau Divonis Empat Bulan Penjara
Lagi, Calon Presiden dari Militer Ditolak

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data