|
Nasional
Partai Golkar Sepakat Tiga Opsi Koalisi
27 April 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rapat tertutup antara Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar dengan calon presiden Partai Golkar Jenderal (Purn) Wiranto yang berlangsung Senin (26/4) malam, di kantor DPP Golkar menyepakati tiga opsi koalisi untuk mencari pasangan calon wakil presiden yang akan diajukan oleh Partai Golkar.
Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan tiga opsi itu, pertama melakukan koalisi dengan partai-partai politik yang tidak saja memiliki basis di masyarakat atau popular vote tetapi juga memiliki basis politik di DPR. “Insya Allah jika calon presiden dari Partai Golkar ini terpilih selain mendapat dukungan di masyarakat juga mendapat dukungan di DPR,” ujarnya dalam keterangan pers usai rapat tertutup tersebut.
Akbar menyebut partai politik yang memiliki basis di masyarakat dan dukungan di DPR adalah PKB. “Oleh sebab itu dengan PKB kami akan bertemu dengan Gus Dur. Apakah Gus Dur betul-betul akan maju sebagai capres, jika Gus Dur maju kita akan menjajaki kemungkinan yang lain,” ujarnya.
Opsi kedua adalah menjaring calon wapres dari organisasi-organisasi yang memiliki basis dukungan masyarakat atau popular vote, seperti NU. Opsi ketiga menjaring wapres dari lingkungan Golkar sendiri, dari kader Partai Golkar, lingkungan DPP, atau calon-calon yang pernah ikut dalam konvensi.
Dalam waktu dekat ini, kata Akbar, tim DPP Golkar dan tim Wiranto sebagai capres akan melakukan pertemuan dengan tokoh politik untuk menjajaki opsi-opsi tersebut. “Yang pertama, kami akan menemui Gus Dur, karena kita hormati beliau sebagai mantan presiden dan cofounder PKB,” ujarnya.
Akbar menambahkan, tim DPP Partai Golkar dan tim Wiranto yang disebut Tim Imperium akan membetuk tim solid yang akan menyusun organisasi yang akan mendukung pencalonan Wiranto sebagai presiden. Tim dari DPP dipimpin oleh salah seorang Ketua Partai Golkar Slamet Effendi Yusuf dan dari Wiranto akan dipimpin oleh Fahrul Rozi.
Sementara itu Wiranto menambahkan pertemuan malam itu berjalan dengan mulus tanpa ada perbedaan yang prinsip. Soal reaksi internasional terhadap dirinya yang dituduh melakukan pelanggaran HAM berat di Timtim, Wiranto meminta media massa untuk berhati-hati mengutip pemberitaan asing. “Kalau tidak diwaspadai bisa sulit memperoleh pemberitaan yang seimbang,” ujarnya.
Menurut Wiranto, isu-isu negatif tentang dirinya akan terus diangkat oleh pihak-pihak yang tidak menghendaki Partai Golkar tetap solid. Dari informasi yang diperoleh pihaknya dari mantan Presiden B.J. Habibie, Habibie telah melakukan pengecekan ke PBB bahwa tuduhan pelangaran HAM berat yang menyangkut dirinya sudah clear. “Belum lagi ada pernyataan Jaksa Agung Timtim sudah tidak ada lagi masalah,” ujarnya.
Rapat tertutup antara DPP dan tim Wiranto berlangsung selama empat jam yakni dari pukul 19.30 WIB dan berakhir pukul 23.15 WIB. Dari DPP Golkar hadir Akbar Tandjung dan seluruh jajaran Ketua DPP Partai Golkar, di antaranya Fahmi Idris, Slamet Efendi Yusuf, Agung Laksono, Mahadi Sinambela, Budi Harsono, Sri Rejeki Sumarjoto, Marwah Daud Ibrahim, Abdul Gafur, Theo Sambuaga dan Rambe Kamaruzaman. Selain itu tampak pula Wakil Sekjen Rully Chairul Azwar dan Bendahara partai Fadel Muhammad.
Sementara itu, selain Wiranto, tim sukses capres partai beringin ini juga hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Ketua Tim Sukses Wiranto Suady Marasabessy, Fahrul Rozi, dan Tito Sulistio.
Dimas – Tempo News Room
|