Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

PKS Tuntut Transparansi Publikasi Penghitungan Suara
07 April 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menuntut transparansi dari proses publikasi penghitungan suara sementara. Karena proses komputerisasi yang dinilai belum menjamin jumlah suara masuk dan tidak jelas diperoleh dari daerah mana, sudah dipublikasikan. "Banyak kejanggalan terjadi pada publikasi suara KPU itu, misalnya pemunculan peraih suara terbanyak yang sudah dimenangkan Partai Golkar dan PDIP jauh hari sebelum selesai proses penghitungan suara dengan metode manual. Padahal Undang Undang menyatakan, perhitungan dilakukan dengan menggunakan metode manual," kata Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid kepada TNR lewat sambungan telepon, Rabu (7/4).

Hidayat juga melihat keanehan pada perolehan suara yang masuk. Karena, menurutnya, dengan kelengkapan teknologi yang dimiliki, seharusnya perolehan suara yang masuk tentunya terlebih dulu dari Jakarta. "Kalau Jakarta, pasti yang menang adalah PKS dan Partai Demokrat,"kata Hidayat. Tapi ternyata, perolehan suara tertinggi saat ini didominasi Golkar dan PDIP. Jika dikatakan itu berdasarkan perolehan suara di daerah, alasan teknologi menjadi mentah.

Keanehan itu, kata Hidayat, sepertinya hendak mengulang peristiwa Pemilu 1999: sebelum proses penghitungan manual selesai serentak, publikasi di awal sudah menyebutkan PDIP muncul sebagai pemenang. Tapi ternyata setelah ditelisik, suara yang masuk pertama kali justru datang dari Flores yang ribuan kilometer jaraknya dari Jakarta. "Ini jadi pertanyaan besar, seperti apa apa validasinya?"kata Hidayat.

Menurut Hidayat, publikasi diawal penghitungan tidak mencerminkan kekuatan politik, tapi sekadar informasi tidak resmi. Karena informasi resmi adalah lewat penghitungan metode manual. Tapi karena sudah terlanjur dipublikasikan, kata Hidayat, diperlukan transparansi, seperti dari mana sumber data yang masuk.

Istiqomatul Hayati - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Menjelang Megawati Datang, Suara PDIP Melonjak Naik
KIPP Temukan Sepuluh Jenis Pelanggaran
PKS Laporkan Kecurangan Penghitungan Suara
Kalah Suara, Kader PDIP Bakar Jembatan
KPU dan IDI Akan Tes Kesehatan Capres dan Cawapres

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data