|
Nasional
Proyek Ladia Galaska Tunggu Keputusan Presiden
09 Maret 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kelanjutan proyek pembangunan jalan Lautan Hindia, Gayo, Alas, dan Selat Malaka (Ladia Galaska) yang menjadi kontroversi masih menunggu keputusan Presiden Megawati. "Apapun keputusannya kami (Kementerian Lingkungan Hidup) akan mengikuti sebagai pembantu presiden," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim di Jakarta, Selasa (9/3).
Hingga saat ini, Nabiel mengaku belum dapat menemui Megawati untuk mengetahui sikap presiden mengenai proyek itu. "Saya sedang meminta waktu untuk bertemu beliau," katanya.
Nabiel mengungkapkan, Kementerian Lingkungan telah memberikan tawaran jalan alternatif yang diharapkan dapat membantu membuka isolasi masyarakat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, sekaligus tidak memberikan dampak buruk terhadap lingkungan sekitar. "Namun bila keputusan yang diambil berbeda pasti ada pertimbangan lain," ujarnya.
Jalur alternatif yang diberikan adalah membuat jalan highway antara Meulaboh ke Banda Aceh dengan jarak tempuh hanya tiga jam. "Jalan ini bisa selesaikan isolasi di Lautan Hindia," kata Nabiel. Dearah lain yang juga dapat dibuat jalur alternatif adalah antara Blangkajeren ke Takengon kemudian ke Bireun. "Jalan ini dapat dibuat tanpa membawa dampak lingkungan," tandasnya.
Dia menegaskan, tidak ada perbedaan antara apa yang dikatakan Presiden mengenai pembukaan isolasi masyarakat dengan Kementerian Lingkungan. Sedangkan mengani proyek jalan Ladia Galaska yang disebut oleh presiden, Nabiel mengatakan dirinya belum jelas, apakah proyek utama, pendukung atau pengembangan.
Sita Planasari A. - Tempo News Room
|