|
Nasional
Bob Hasan: Saya Sudah Capek
20 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tepat pukul 17.30 WIB, Jumat (20/2), Bob Hasan tiba di rumahnya di Jalan Sanjaya I/94, Jakarta Selatan. Saat itu Bob tampak mengendarai mobil Kijang Krista berwarna biru dengan nomor polisi B 7096 NB.
Bob, yang mengenakan kemeja kotak-kotak merah lengan pendek, celana hitam, dipadu sepatu hitam mengatakan perasaannya biasa-biasa saja menyambut bebasnya ia dari LP Nusakambangan. Ia juga mengatakan saat ini kondisinya sehat-sehat saja.
Dalam perjalanan menuju kediamannya, ia menuturkan dirinya sempat mampir di Ungaran, Jawa Tengah, untuk nyekar. “Saya nyekar di makam Pak Gatot Subroto,” kata dia. Dia juga sempat mampir di sebuah rumah makan sate kambing di Semarang untuk makan siang.
Meski begitu, menurut Bob, dia belum menghubungi istri dan anak-anaknya soal kebebasan yang diberikan. “Mereka belum tahu kalau saya bebas bersyarat,” kata dia.
Ketika dipermasalahkan soal kebebasannya, Bob hanya mengatakan semua itu sudah sesuai prosedur hukum yang berlaku. Pasalnya, selama ini ia telah menerima pelbagai macam remisi, seperti remisi 17 Agustus, remisi kelakuan baik, remisi lebaran, serta remisi untuk mereka yang lebih empat kali melakukan donor darah. “Dengan adanya remisi-remisi itu akhirnya saya bisa bebas,” ujarnya.
Bahkan, menurut Bob, semestinya ia sudah bisa menghirup udara bebas sejak dua hingga tiga bulan lalu. “Tapi saya tidak mengurusnya," ujarnya. Hal itu, katanya, disebabkan kesibukannya di LP Batu Nusakambangan untuk mengurus warga binaan dan koperasi.
Meski statusnya bebas bersyarat, Bob berpendapat sudah tidak ada lagi kewajiban hukum yang harus ia jalani. “Karena saya selama ini sudah menjalankan apa yang diminta,” ujarnya.
Namun, saat ini ia masih tetap menunggu Peninjauan Kembali (PK) yang diajukannya. “Sampai sekarang PK itu belum turun juga,” katanya.
Saat ditanya apakah ia menyimpan dendam pada Baharuddin Lopa mengingat mantan jaksa agung itu yang menjebloskannya ke penjara, ia hanya mengatakan tidak mempunyai perasaan itu.
“Saya tidak pernah dendam pada dia. Lagipula, dia kan sudah almarhum,” katanya. Ia juga menyatakan sejauh ini dirinya tidak menyimpan sesuatu yang mengganjal hatinya. “Saya ini ikhlas. Kalau kita ikhlas hukuman empat tahun itu akan berlalu dengan cepat,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Bob juga berencana untuk mengunjungi Soeharto. “Pak Harto itu kan orang tua. Pasti saya akan mengunjunginya,” ujarnya. Namun, ia belum bisa memastikan kapan rencana itu akan diwujudkannya. Selain itu, dirinya mengatakan tidak akan aktif lagi di pelbagai kegiatan bisnis. “Saya ini sudah capek,” katanya.
Kendati begitu, Bob mengatakan ia akan tetap aktif membina dunia atletik di Indonesia. “Saat ini saya masih menjabat sebagai Ketua PASI. Bahkan saya berencana mencalonkan diri di periode berikutnya,” katanya.
Pada kesempatan itu Bob mengelak jika pengajian yang dilakukan di rumahnya sengaja untuk menyambut kedatangannya. “Pengajian ini adalah pengajian rutin yang diselenggarakan tiap bulan,“ kata Bob.
Yandhrie Arvian - Tempo News Room
|