Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Amin Rais: Muhammadiyah Hanya Memberikan Kualifikasi
17 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Umum Partai Amanat Nasional Amin Rais menyatakan, Muhammadiyah tidak menentukan siapa calon presiden yang harus dipilih oleh warganya. Muhammadiyah hanya memberikan kualifikasi calon presiden yang harus dipilih.

"Setelah membolak-balik persoalan, akhirnya Muhammadiyah tidak mementukan siapa calon presiden yang harus dipilih warganya, melainkan hanya memberikan kualifikasi calon presiden yang harus dipilih," kata Amin kepada wartawan di Batang, Jawa Tengah, Selasa (17/2), sesaat setelah menghadiri pengajian akbar di Masjid Rifaiyyah, Limpung, Batang.

Dalam kesempatan tersebut, Amin membantah tentang adanya sinyalemen bahwa pencalonannya sebagai presiden
pada Pemilu 2004 tidak mendapat dukungan dari pengurus Muhammadiyah. "Muhammadiyah mendukung saya, namun menurut Muhammadiyah, yang jadi presiden nanti tidak harus Amin Rais," tukasnya.

Ketua Umum PAN yang juga Ketua MPR ini juga menegaskan, untuk memenangkan perebutan kursi presiden
pada Pemilu 2004 nanti, partai politik harus melakukan koalisi. Alasannya, kata Amin, tidak mungkin dengan
jumlah parpol yang mencapai 24, ada salah satu parpol yang mampu meraih suara mencapai 51 persen. "Jadi
koalisi adalah meruapakan keharusan," kata Amin.

Tentang parpol mana yang akan diajak koalisi oleh PAN, menurut Amin hal itu belum bisa ditentukan sekarang.
Yang jelas menurutnya, PAN hanya akan berkoalisi dengan partai yang plat formnya sama.

Selasa (17/2), Amin sibuk melakukan kunjungan di Kabupaten Batang, Kota Pakalongan dan Kabupaten Pemalang. Puncak lawatan Amin kemarin adalah dengan melakukan pertemuan dengan KH HAbib Luthfi Bin Yahya, ulama karismatik di Kota Pekalongan yang juga Ketua Umum Tariqat Naqsabandiyah Annahdliyah, organisasi tarekat dibawah bendera PBNU.

Sohirin - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

KPU Bantah Langar UU Pemilu
Presiden Boleh Berkampanye Menggunakan Pesawat Kepresidenan
Tim Tender Cetak Surat Suara Usulkan Ubah Ukuran Surat Suara
PN Jakarta Pusat Akan Menyidangkan Kasus Pelanggaran Pemilu
Tiga Organisasi Tolak Pemilu di Bawah Darurat Militer

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data