|
Nasional
Sejak Januari 2004, 13 Warga DIY Meninggal
16 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Yogyakarta-Indramayu-Tangerang: Sejak awal Januari hingga pertengahan Februari 2004, sedikitnya 13 warga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meninggal dunia akibat terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sampai sekarang, sudah terdapat 301 kasus penderita DBD yang merambah di empat kabupaten/kota DIY.
"Di Kota Yogyakarta, kasus paling banyak terjadi di Kecamatan Mergangsan dan Tegalrejo: 6 orang meninggal. Banyaknya kasus DBD disebabkan rendahkanya kesadaran masyarakat tentang kebersihan lingkungan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Choirul Anwar, di DIY, Senin (16/2). Untuk menekan angka penyebaran, kata Choirul, pihaknya secara rutin dilakukan penyemprotan, pemberian abate dan menggalakkan penyuluhan.
Berdasarkan data dinas kesehatan, 301 kasus penderita DBD di provinsi DIY itu meliputi Kota Yogyakarta (150 kasus), Kabupaten Bantul (67 kasus), Kabupaten Kulonprogo (50 kasus) dan Kabupaten Sleman (34 kasus). Penderita DBD yang meninggal dunia terdapat di Kabupaten Sleman (enam kasus) dan Kota Yogyakarta (tujuh kasus).
"Bayangkan dalam dua minggu tujuh penderita meninggal. Penyakit ini sangat mendesak dan memaksa untuk segera ditangani. Untuk mengatasi dan mencegah DBD tidak meluas, pemerintah Sleman mengalokasikan dana cadangan sebesar Rp. 1,5 miliar," kata Bupati Sleman, Ibnu Subiyanto.
Di Indramayu, lima warga yang umumnya anak-anak meninggal dunia akibat DBD itu. Sementara, 66 orang harus dirawat secara intensif di rumah sakit. "Berbagai upaya telah kami lakukan, antara lain dengan cara fogging atau pengasapan. Tapi terbatasnya anggaran operasional dan sarana penanggulangan dinas kesehatan, menghambat upaya pencegahan serangan DBD di Indramayu," kata Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Bersumber Binatang (P2BB), Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Edi Rahmat, saat dihubungi TNR lewat sambungan telepon. Saat ini, dari 290 unit alat fogging yang dimiliki dinas kesehatan, hanya 6 yang berfungsi dan dapat digunakan dengan baik.
Berdasarkan data yang dihimpun TNR, selama 2003 jumlah kasus demam berdarah yang terjadi di Kabupaten Indramayu mencapai 1.120 kasus, 34 diantaranya meninggal dunia. Sementara pada Desember 2003, sekitar 798 warga di Kabupaten Cirebon positif terserang penyakit demam berdarah, 46 diantaranya meninggal dunia. Di Kabupaten Cirebon sendiri terdapat tiga kecamatan yang warganya paling banyak terserang DBD, yaitu Kecamatan Cirebon Barat (85 kasus), Kecamatan Weru (83 kasus) dan Kecamatan Cirebon Utara (70 kasus). Cirebon utara dan Cirebon barat adalah daerah pesisir yang selama ini memang rawan terhadap penyebaran DBD. Pada Desember 2003 itu juga, 24 orang meninggal dunia akibat DBD di Kabupaten Majalengka.
"Saat ini, demam berdarah sudah melanda sembilan desa dengan jumlah penderita lebih dari 100 orang yang sebagian besar berusia 4-16 tahun," kata Kepala Sub Dinas Penanganan Pencegahan Penyakit Menulari Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, dokter Asep Suandi, M Kes. Menurut Suandi, penderita demam berdarah kemungkinan akan terus bertambah sekalipun penanganan lewat fogging telah dilakukan.
Tangerang juga tidak luput dari serangan DBD. Walau Kota Tangerang belum mencatat kasus meninggal dunia, tapi sejak Januari hingga pertengahan Februari 2004 ini Dinas Kesehatan Kota Tangerang sudah mencatat 91 orang yang terjangkit penyakit itu. Langkah cepat pun segera diambil Wali Kota Tangerang Wahidin Halim dengan menginstruksikan kepada camat, lurah dan kepala Puskesmas untuk cepat tanggap menangani warga yang terkena gejala DBD.
Syaiful Amin, Ivansyah, Ayu Cipta - Tempo News Room
|