Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Nyatakan KLB Demam Berdarah
16 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menyatakan adanya kejadian luar biasa (KLB) penyakit demam berdarah di seluruh Indonesia.

Menurut Menteri Kesehatan Ahmad Sujudi, hal ini didasarkan atas laporan terjadinya peningkatan kasus demam berdarah dengue dan telah menimbulkan korban meninggal dunia.

"Saya telah menginstruksikan seluruh rumah sakit di Indonesia untuk memberikan pertolongan pertama kepada pasien yang diduga menderita penyakit demam berdarah tanpa adanya perbedaan," ujar Ahmad Sujudi di Jakarta, Senin (16/2) siang.

Sementara itu Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Umar Fahmi Ahmadi, mengindikasikan kemungkinan adanya virus tipe baru dalam penyakit demam berdarah mengingat tingginya angka kematian dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Semalam kami telah melakukan koordinasi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes untuk segera menurunkan tim laboratorium untuk mengetahui apakah ada virus tipe lain dari tipe yang telah diketahui selama ini," ujar Umar. Sedangkan virus yang dikenal terdahulu adalah tipe 2 dan 4 atau kombinasi keduanya.

Dia mengimbau kepada seluruh dokter, baik di daerah endemik demam berdarah seperti Jawa, Bali, Lampung, maupun kota-kota lain di Indonesia, agar mewaspadai kasus yang disertai demam di musim hujan saat ini.

"Dokter perlu memasukkan diagnosis alternatif demam berdarah dan melakukan pemeriksaan darah di laboratorium untuk memastikan apakah penyakit tersebut demam berdarah atau tidak," katanya.

Menteri sendiri menegaskan bahwa seluruh rumah sakit tetap harus menerima pasien tidak mampu tanpa kecuali. Menurutnya, anggaran untuk para pasien tidak mampu dapat diambil dari dana subsidi BBM yang berbentuk dana sehat.

Sekalipun kondisi tidak memungkinkan pasien tidak mampu menunjukkan kartu sehat, pihak rumah sakit, menurut Ahmad Sujudi, tetap harus menolong penderita dengan pertolongan pertama, misalnya dengan pemberian cairan infus.

Sejauh ini anggaran pemerintah untuk kasus demam berdarah, menurut Ahmad Sujudi, sebesar Rp 10 miliar, di mana Rp 6 miliar digunakan untuk melakukan pembasmian nyamuk pembawa virus demam berdarah dengan insektisida di berbagai daerah di Indonesia dan sisanya digunakan untuk dana operasional.

Ahmad Sujudi menambahkan, dalam kondisi kejadian luar biasa seperti ini pemerintah akan mengajukan dana emergency yang jumlah totalnya Rp 150 miliar. Selain akan digunakan untuk membantu rumah sakit dalam penanganan demam berdarah, juga akan diberikan ke daerah Nabire, Wamena, yang beberapa saat lalu tertimpa musibah gempa bumi.

Sejauh ini kejadian luar biasa penyakit demam berdarah telah melanda seluruh Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur.

Menurut Umar, angka kematian tertinggi saat ini diduduki oleh Provinsi Jawa Timur dengan korban sebanyak 38 orang dari 1.189 kasus penyakit demam berdarah. Sementara untuk daerah Jawa Barat, jumlah kematian akibat penyakit demam berdarah sebanyak 10 orang dari 710 kasus.

"Sedangkan secara nasional angka kematian akibat demam berdarah sebanyak 1 hingga 3 persen dari jumlah total kasus penyakit demam berdarah. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu," ujar Umar.

Data pasti mengenai jumlah kematian maupun kasus penyakit demam berdarah secara nasional, menurut Umar, hingga saat ini masih dikumpulkan oleh Departemen Kesehatan. Dia sendiri juga belum dapat memastikan seberapa besar persentase anak-anak yang meninggal dari jumlah kematian yang ada.

Umar menambahkan, tingginya angka kematian penyakit demam berdarah selain karena kemungkinan adanya virus tipe baru, juga disebabkan oleh keterlambatan penanganan korban serta keterlambatan diagnosa dokter di rumah sakit.

Umar juga mengimbau kepada masyarakat untuk secara aktif melakukan pemberantasan nyamuk aedes aegypti, nyamuk pembawa virus demam berdarah, di lingkungannya masing-masing.

Salah satu kendala sulitnya pemberantasan nyamuk, menurutnya, karena banyak bermunculannya kota-kota baru di mana orang-orang tidak terlalu mengenal satu sama lain.

"Karena belum terlalu saling mengenal agak menyulitkan untuk menggalang kerja sama warga dalam pemberantasan penyakit demam berdarah ini.

Sita Planasari A - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

12 Meninggal Akibat Demam Berdarah di Jawa Barat

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data