Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Tommy Soeharto Mengaku Diancam
16 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto mengaku dirinya diancam untuk menyerahkan uang Rp 15 miliar untuk menyelesaikan masalah peninjauan kembali kasus tukar guling antara Goro dan Bulog. Jika tidak menyerahkan uang itu, menurutnya, permasalahan keluarga Cendana akan amburadul.

Demikian kesaksian Tommy Soeharto dalam persidangan yang dipimpin hakim Saparudin Hasibuan, Senin (16/2), di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Tommy, yang pada pekan sebelumnya dikabarkan menderita sakit, tiba di pengadilan sekitar pukul 10.00 WIB. Ia mengenakan baju pantai dengan didampingi dua dokter dan dua perawat. Putra mantan Presiden Soeharto ini dihadirkan sebagai saksi dalam kasus penipuan terhadap dirinya yang dilakukan oleh Dodi Sumadi, KH Noer Iskandar SQ, dan KH Abdullah Sidiq.

Dalam persidangan dengan terdakwa KH Abdullah Sidiq, Tommy Soeharto menyatakan ia menyerahkan uang itu untuk digunakan sebagai penyelesaian masalah peninjauan kembali (PK) dalam perkara itu. "Saya hanya mohon PK saya tidak diintervensi," katanya.

Menurut Tommy, uang Rp 15 miliar itu merupakan hasil kesepakatan dirinya dengan Dodi Sumadi, Noer Iskandar, di masa pemerintah Presiden Abdurrahman Wahid. Dalam pertemuan di Hotel Borobudur, atas perintah Gus Dur, Dodi Sumadi dan Noer Iskandar diminta menyelesaikan masalah itu dengan Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono.

Tommy kemudian menyerahkan uang itu secara tunai di dalam sebuah tas koper. Dodi, menurut kesaksian Tommy, mengatakan uang itu akan dibagikan Rp 5 miliar kepada Kejaksaan dan Mahkamah Agung, Rp 5 miliar lagi diberikan ke Yayasan Cinta Nuriah (istri Gus Dur), Rp 5 miliar lainnya ke Abdullah Sidiq. Ternyata setelah sekian lama penyelesaian PK itu tidak terlaksanakan.

Ternyata uang sebesar Rp 2,9 miliar oleh Abdullah Sidiq digunakan untuk membangun pesantren dan masjid. Menurut Tommy, sebenarnya pengalokasian uang itu tidak terlalu dipedulikannya, yang penting masalahnya selesai.

Sementara Abdullah Sidiq keberatan dengan kesaksian Tommy. Ia mengatakan dirinya pernah bertemu dengan Tommy Soeharto di kediamannya untuk menanyakan masalah uang tersebut. Tommy sendiri tidak mengakui adanya pertemuan itu. Abdullah Sidiq mengatakan dirinya diminta ke kediaman Tommy untuk memberikan bantuan spiritual.

Edy Can - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Ada Tumor di Mata Kiri dan Lambung Tommy Suharto
Tim Dokter Tommy Minta Perpanjangan Perawatan
Kapolda Jawa Tengah Jenguk Tommy Soeharto
Tommy Direncanakan Hadir Sebagai Saksi
Tommy Suharto Tidak Memenuhi Panggilan Keempat

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data