Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Habibie: Kita Harus Terima Putusan MA
14 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Sukabumi:Keputusan Mahkamah Agung terhadap kasasi Akbar Tandjung merupakan keputusan tertinggi yang harus dihormati. Jika tidak menghormati keputusan tersebut maka bisa menimbulkan kekacauan sistem penegakan hukum di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan mantan Presiden BJ Habibie, di sela-sela kunjungannya ke SMA-SMU Internat Al Kausar, Parung Kuda, Sukabumi, Sabtu (14/2).

“Kita harus menerima putusan Mahkamah Agung, apalagi kelima orang itu merupakan para petinggi tokoh hukum, jika tidak bisa menerima lalu bagaimana sistem penegakan hukum di Indonesia bisa dijalankan,” ujar Habibie.

Saat ditanya kebenaran pemberian izin lisan terhadap bantuan bahan pokok sebesar Rp 40 milyar dan Rp 10 milyar untuk Paspampres, Habibie mengatakan soal aliran dana tersebut sudah dijelaskan di pengadilan beberapa waktu lalu.

“Untuk soal itu, sudah saya jelaskan lama sekali (waktu di pengadilan). Kalau saya jelaskan lagi nanti orang bosan mendengarkannya. Yang jelas kita terfokus pada putusan Mahkamah Agung saja, itu merupakan produk mereka yang harus dihormati,” kata Habibie sambil tersenyum.

Soal pencalonan Akbar sebagai Presiden, Habibie tidak mengulas lebih dalam. Ia hanya menjelaskan soal seseorang yang mencalonkan diri menjadi presiden tentunya harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu yang sudah menjadi syarat.

Habibie mengingatkan presiden bertanggung jawab kepada rakyat bukan kepada partai, untuk itu rakyat sebagai penentu siapa yang akan dipilih. Sedangkan fungsi DPR, menurutnya, sebaiknya menjadi quality control sebagai wakil rakyat yang dipilih.

“Soal pencalonan Akbar Tandjung, kita tidak boleh menilai seseorang, pokoknya ada kriteria yang harus dipenuhi oleh siapa saja sebagai calon presiden, apalagi saya bukan ketua tim sukses calon presiden,” jelas Habibie.

Deffan Purnama - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Amien Rais: Sultan adalah Man of Principle
Sultan: Reformasi Telah Dikhianati
Aksi Hening Atas Putusan Bebas Akbar
Demonstrasi Penolakan Mahasiswa Warnai Putusan MA
Kejagung Didesak Ajukan PK Kasus Akbar

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data