Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Demonstrasi Penolakan Mahasiswa Warnai Putusan MA
13 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Medan-Solo-Surabaya-Malang: Aksi unjuk rasa kembali dilakukan para mahasiswa atas keputusan Mahkamah Agung (MA) terhadap pengajuan kasasi Akbar Tanjung. Di Medan misalnya, puluhan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Sumatera Utara (KAMMI Sumut) berunjuk rasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Jumat (13/02).

KAMMI Sumut mendesak MA untuk meninjau kembali keputusan yang membebaskan Akbar Tanjung itu. Massa juga mengutuk tindakan aparat keamanan yang telah bertindak represif terhadap mahasiswa yang melakukan aksi di Jakarta.

Aksi serupa juga dilakukan sekitar seribu mahasiswa dari Solo, Yogyakarta dan Semarang, di depan Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Solo. Di hadapan sekitar 200 massa Partai Golkar yang terdiri Satuan Petugas (Satgas) partai, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan pengurus teras partai berlambang pohon beringin, massa mengecam pembebasan Akbar Tanjung.

Di Surabaya, 500 orang dari berbagai elemen mahasiswa juga melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. Mereka mengecam keputusan MA yang membebaskan Akbar Tanjung. "Bebasnya Akbar Tanjung adalah awal dari bebasnya koruptor-koruptor lainnya," kata Cahyo, Humas KAMMI Surabaya kepada TNR. Para mahasiswa juga mengecam tindakan represifitas aparat keamanan terhadap mahasiswa di depan gedung MA, Jakarta yang mengakibatkan puluhan mahasiswa terluka. "Rakyat harus waspada. Kini orde baru bangkit lagi," kata Cahyo lagi.

Sementara di Malang, kecaman terhadap putusan MA itu juga dilakukan sekitar seratus mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Merdeka dan Aliansi Masyarakat Antikorupsi.

"Keputusan MA itu menjadi preseden buruk bagi penegakan keadilan di Indonesia yang berarti mustahil mencari keadilan di negeri ini. Bayangkan, benteng terakhir tempat kita mencari keadilan pun sanggup membebaskan seorang koruptor," kata Ketua KAMMI Malang, Rully Novianto.

Abdi Purmono, Adi Mawardi, Anas Syahirul, Dinda Jouhana - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Kejagung Didesak Ajukan PK Kasus Akbar
Peluang Membuka Kembali Kasus Akbar Sangat Kecil
Menkeham: Pemerintah Hormati Keputusan MA
Effendi: PKB Paling Dirugikan Atas Bebasnya Akbar
Sultan Surati Akbar Tandjung

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data