Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Batasi Akses Pemantau Pemilu Asing
13 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah akan membatasi akses terhadap para pemantau dari luar negeri yang ingin melihat proses pelaksanaan pemilihan umum di Indonesia. "Mereka harus sepenuhnya menghormati undang-undang dan peraturan kita," tegas Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda seusai acara pelantikan konsul jenderal di gedung Pancasila Departemen Luar Negeri, Jumat (13/2)0. Menurutnya, saat ini pemerintah sedang merundingkan nota kesepahatan (MOU) dengan sejumlah pihak seperti Uni Eropa.

Berdasarkan rapat koordinasi bidang Politik dan Keamanan yang lalu, pemerintah mengizinkan pemantau dari luar negeri untuk melihat pelaksanaan pemilu. Hal ini juga termasuk pemantauan di daerah rawan konflik seperti Aceh, Papua, Poso, dan Maluku.

Lebih lanjut, Hassan Wirajuda mengatakan, sebagian pemantau asing meminta akses seluas-luasnya termasuk melihat kertas dan kotak suara. "Tentu bukan sesuatu yang kita izinkan," katanya. Prinsip ini juga berlaku bagi petugas tempat pemungutan suara seperti saksi yang tidak boleh meninggalkan kursinya untuk menengok kertas atau kotak suara.

Ia menegaskan, pemerintah akan memberikan sanksi terhadap pematau asing yang melanggar aturan. Namun ia tidak mengatakan sanksi apa yang akan diberikan.

Dalam kesempatan itu Hassan menegaskan, diizinkannya pemantau asing membuktikan proses pemilihan di Indonesia sangat terbuka, demokratis dan aman. "Saya kira niatan mereka sesungguhnya sebagai bagian dari wujud dukungan terhadap proses demokratisasi di Indonesia," tandasnya.

Dalam kesempatan terpisah, juru bicara Departemen Luar Negeri Marty Natalegawa mengaku, tidak tahu berapa jumlah pemantau asing yang akan diizinkan datang ke Indonesia. "Saya belum tahu," kata dia dalam acara jumpa pers siang.

Faisal - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

MPMI Umumkan Enam Nama Politisi Bermasalah
Pemerintah Izinkan Pemantau Asing di Aceh
Pelipatan Surat Suara Dilakukan KPU Kabupaten/Kota
Satgas Partai Berikrar Amankan Pemilu
KPU Kaltim Tolak Sahkan Caleg PDI Perjuangan

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data