|
Nasional
Pelipatan Surat Suara Dilakukan KPU Kabupaten/Kota
12 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Pemilihan Umum menyerahkan proses pelipatan surat suara dilakukan KPU kabupaten/kota. Kabupaten/kota akan menerima surat suara dalam satu lipatan.
"Nanti, dari kabupaten/kota harus melipat dan mendistribusikannya ke TPS selama 15 hari," kata Valina Singka Subekti, anggota KPU yang mengurusi distribusi surat suara ke kabupaten/kota, di kantornnya, Jalan Imam Bonjol, Kamis (12/2).
Valina menjelaskan, dia hanya mengurus masalah distribusi saja. Distribusi rencananya akan dilakukan perusahaan distributor dari empat konsorsium yang dipilih KPU. Dalam distribusi ini, perusahaan harus mengirim dalam kontainer kayu dengan dilapisi plastik penutup dan potongan kertas-kertas untuk menjaga supaya kertas dalam keadaan baik. "Ini menjaga agar kertas tidak rusak," kata dia.
Sedangkan untuk pengiriman, KPU akan mengirimkan seorang petugas yang akan mengikuti prosesnya. Sehingga jika terjadi sesuatu, kata Valina, maka petugas itu akan cepat melaporkan ke KPU. "Ini untuk antisipasi sesuatu yang tak kita inginkan," ujarnya.
Kabupaten/kota akan menerima surat suara itu dalam pak (wadah) yang telah dibuat oleh pengusaha percetakan. Selanjutnya, KPU bersama PPK, PPS, dan bebeberapa orang yang diperbantukan akan menyelesaikan proses pelipatan di kabupaten/kota itu. "Tentang keamanan dari pelipatan ini, pemantau yang sudah memperoleh akreditasi dari KPU bisa ikut memantau," kata Valina.
Meskipun waktu pelipatan dan distribusi singkat, KPU tidak khawatir akan terlambat dari jadwal akhir distribusi ke TPS. "Kami sudah memperhitungkan," tegasnya.
Sementara itu, empat perusahaan yang saat ini tengah
ikut tender distribusi itu adalah PT Sentra Indologis Utama, PT Pos Indonesia, PT Aneka Jasa Putratama, dan PT Pandu Siwi Sentosa. Valina menilai empat perusahaan ini cukup memenuhi kualifikasi yang telah dibuat KPU. "Mereka memiliki pengalaman," kata dia.
Dari segi jumlah armadanya, Valina menilai keempat konsorsium ini dapat menyelesaikan tugasnya. "Terlebih kita sudah mengadakan MoU dengan TNI AL dan bisa menggunakan helikopternya," jelas dia.
Purwanto - Tempo News Room
|