Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pengamat: Masyarakat Pesimis Independensi MA
12 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Salah satu pengurus Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Sudirman Said mengatakan, Akbar Tanjung merupakan salah satu yang terkena diskriminasi sistem peradilan yang tidak berjalan dengan benar. Namun, diterima atau ditolaknya kasasi Akbar Tanjung oleh Mahkamah Agung (MA) tetap menimbulkan persepsi negatif dikalangan masyarakat. Hal ini karena, masyarakat sudah pesimis dengan independensi MA dalam penyelesaian kasus Akbar. "MA tidak lepas dari penguasa," ujar Sudirman kepada Tempo News Room.

Sudirman mengatakan, masyarakat sudah punya persepsi adanya tarik menarik antara pengadilan dengan penguasa dalam kasus Akbar. "Ada campur tangan dari pihak penguasa, sehingga kasus Akbar berlarut-larut," kata Sudirman. Menurutnya jika tidak ada kepentingan politis didalamnya, seharusnya kasus Akbar sudah selesai sejak dulu.

Dia juga menambahkan tidak ada yang diuntungkan dengan kasus Akbar. "Yang rugi kita, karena dengan diterimanya kasasi Akbar, berarti tidak ada upaya penegakkan hukum di negeri ini," kata Sudirman, sambil menambahkan.

Khusus untuk kasus Akbar, kata Sudirman, masyarakat harus melihat substansi persoalannya. "Ini menyangkut uang negara yang dikeluarkan secara tidak sah dan ada pengalihan tanggung jawab didalamnya," ujar Sudirman. Dia juga mengatakan, semua orang terpenjara dengan kasus Akbar. Hal ini, karena semua perhatian tertuju kepadanya sehingga masalah-masalah lain yang lebih penting dilupakan, kata Sudirman sambil mencontohkan, penanganan bencana alam di Nabire, yang mulai sepi dari pemberitaan media.

Sunariah - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Jelang Putusan, Polisi Siagakan Pasukan Anti Huru Hara
Wiranto Tidak akan Mundur dari Konvensi Golkar
Mahasiswa Mataram akan Solat Jenasah Jika Akbar Lolos
Sidang Majelis Kasasi Akbar Tandjung Diskors
Di Solo, Ketua MA Disambut Demo Anti-Akbar

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data