Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kapolri: Ancaman Bom Mungkin Terjadi Saat Pemilu
11 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Polisi masih khawatir dua tersangka teroris yang belum tertangkap, yaitu Dr. Azahari dan Dulmatin, mengambil kesempatan beraksi pada saat pemilu. “Dia (Dr. Azahari) mampu merakit bom. Nah, kalau kemampuan ini dimanfaatkan untuk mengganggu jalannya kampanye, bisa saja terjadi,” kata Kepala Polri Jenderal Polisi Da'i Bachtiar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2).

Untuk mencegah hal itu, Kapolri mengatakan pihaknya terus berupaya mengejar Azahari dan Dumatin yang menjadi tersangka pengeboman di Hotel JW Marriott, Agustus 2003. Meskipun tetap waspada, belum ada indikasi ada sebuah kelompok yang berniat menggagalkan pemilu. “Tapi bukan berarti tidak ada antisipasi, karena mungkin saja ada orang tertentu yang memanfaatkan ketika ada massa besar pada saat kampanye,” kata dia.

Kapolri menilai, kerawanan yang dikhawatirkan mengganggu proses pemilu sudah dimungkinkan terjadi sejak awal proses. Faktornya, antara lain ketidakpuasan yang nantinya bermuara pada aksi protes, tindak pidana, atau kekacauan.

Kapolri mengatakan, untuk mangantisipasi hal itu pihaknya menggunakan langkah bertingkat. Pertama, bila ada ketidakpuasan, ia menghimbau semua pihak duduk bersama. Kedua, bila terjadi pelanggaran hukum, polisi akan memprosesnya menurut undang-undang pemilu atau Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Ketiga, bila sudah sampai di tingkat keributan dan kekacauan, maka polisi akan melakukan langkah pengendalian massa dengan bantuan TNI.

Deddy Sinaga - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Wapres: Presiden dan Wapres Harus Cuti Selama Kampanye
Kuasa Hukum Multi Partai Kecewa
Dukungan Muhammadiyah Atas Amien Rais, Diprotes
KPU Sumut Tidak Tahu Pabrik Kotak Suara di Medan
PN yang Memungut Biaya dari Caleg akan Diberi Sanksi

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data