|
Nasional
FAO: Belum Ada Penularan Flu Burung Antarmanusia
08 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Hanoi: Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menyebutkan tidak menemukan bukti bahwa virus flu burung telah menyerang babi di Vietnam. Begitu pula, tidak terjadi penularan virus H5N1 antarmanusia. Kedua laporan itu membantah pernyataan perwakilan FAO di Vietnam.
Anton Rychener, direktur perwakilan FAO di Vietnam, Jumat lalu menyatakan bahwa virus H5N1 telah terdeteksi pada babi yang berada di ibu kota negara itu. Pernyataan ini disangsikan oleh ilmuwan FAO pusat di Roma maupun oleh Dr. Robert Webster, ahli flu pada Badan Kesehatan Dunia (WHO). "Saat ini tidak ada fakta apa pun yang dapat membenarkan bahwa telah terjadi infeksi virus H5N1 pada babi di Vietnam," ujarnya.
Departemen Pertanian Vietnam juga membantah adanya babi yang terinfeksi flu burung. "Saya secara resmi menegaskan bahwa tidak ada bukti flu burung pada babi," kara Bui Quang Anh, salah seorang direktur pada Departemen Peternakan Vietnam. Anh mengatakan, contoh darah dari 179 ekor babi yang dikirim ke laboratorium di Hong Kong dinyatakan negatif dari H5N1.
WHO sebelumnya memang memperingatkan bahwa H5N1 dapat membunuh jutaan orang jika berbaur dengan virus flu manusia dan menciptakan turunan baru yang bisa menular antarmanusia. Situasi ini bisa diperburuk bila babi ditemukan membawa H5N1 karena hewan ini dinilai sebagai "perantara yang ideal" bagi virus untuk saling tukar gen (mutasi) dan menghasilkan virus yang lebih mematikan dan bisa menular ke manusia.
Namun, tes genetis yang dilakukan terhadap dua kakak-beradik Vietnam yang meninggal menunjukkan bahwa tidak perlu terjadi mutasi agar virus tersebut dapat berpindah dari orang yang satu ke orang yang lain. Hal ini menegaskan bahwa kedua korban terimbas virus langsung dari ayam.
Peter Roeder, ahli virologi hewan FAO, menyarankan agar semua pihak berhati-hati dalam menafsirkan hasil diagnosis yang tidak memenuhi standar internasional. "Saat ini tidak ada data yang mengindikasikan bahwa babi terlibat dalam penyebaran virus H5N1," katanya.
Hingga kini korban virus flu burung di Vietnam telah mencapai 13 orang setelah anak perempuan enam tahun dan pria 24 tahun meninggal di Kota Ho Chi Minh, sementara 17 orang dinyatakan terinfeksi--dua orang bisa disembuhkan, dan dua orang masih dirawat di rumah sakit.
Di Thailand, korban meninggal mencapai lima orang sehingga seluruhnya untuk wilayah Asia menjadi 18 orang. Selain di dua negara itu, virus ini menyebar ke delapan negara Asia lainnya, tapi tidak sampai jatuh korban jiwa manusia.
Sementara itu, jenis virus flu burung yang berbeda ternyata menjangkiti ayam di Kent, Negara Bagian Delaware, AS. Surat kabar Delaware State News, melaporkan, turunan virus ini tidak mematikan seperti yang ada di Asia. Lebih dari 12 ribu ayam dikarantina dan akan dimusnahkan hingga virus yang dikenal sebagai H7 itu musnah.
Namun, penyebaran virus flu burung di AS telah menyebabkan Korea Selatan mengumumkan larangan sementara mengimpor ayam dan produk turunan ayam dari AS. Kim Chang-seop, pimpinan divisi karantina pada Kementerian Pertanian negara itu, mengatakan, peringatan tersebut akan menjadi larangan resmi jika virus itu terbukti berbahaya.
Rita/AFP
|